bersama Tuhan selamanya.
Berakhir sudah kerja di dunia,
di seb’rang sana, neg’ri baka.
2. Di seb’rang sana azab tiada,
badai dan kabut telah lenyap.
Hari bahagia tidak bertara;
di seb’rang sana damai tetap.
3. Di seb’rang sana ‘ku dibimbingNya,
kepada Bapa yang ‘ku sembah.
Hadirat Allah yang mahamulia
bahagianku selamanya.
4. Di seb’rang sana kita berjumpa
dengan kekasihh yang t’lah menang.
Kita bersatu senantiasa;
di seb’rang sana, fajar cerlang.
Makna Lagu Di Seberang Sana
Lagu ini berbicara tentang pengharapan akan kehidupan kekal bersama Tuhan setelah perjalanan hidup di dunia berakhir. “Di seberang sana” melambangkan surga atau negeri baka, tempat yang penuh terang, damai, dan sukacita. Penyanyi percaya bahwa setelah segala pekerjaan, perjuangan, dan kesusahan hidup selesai, ada kehidupan yang jauh lebih indah bersama Tuhan untuk selamanya.
Setiap bait menggambarkan keadaan surga sebagai tempat tanpa penderitaan. Tidak ada lagi azab, badai, atau kabut, yang melambangkan kesedihan, masalah, dan ketakutan hidup. Lagu ini memberi penghiburan bahwa semua pergumulan manusia di dunia pada akhirnya akan lenyap, digantikan oleh damai dan kebahagiaan yang kekal dalam hadirat Allah.
Lagu ini juga menekankan hubungan dekat dengan Tuhan. Penyanyi merasa dibimbing oleh Tuhan menuju Bapa surgawi, dan kehadiran Allah menjadi sumber kebahagiaan yang sejati. Selain itu, ada harapan untuk bertemu kembali dengan orang-orang percaya yang telah lebih dahulu “menang” dalam iman, sehingga tidak ada lagi perpisahan.
Secara keseluruhan, lagu ini mengajarkan tentang pengharapan, penghiburan, dan keyakinan iman. Walaupun hidup di dunia penuh perjuangan, orang percaya diajak tetap setia karena ada janji kehidupan kekal yang penuh terang, damai, dan sukacita bersama Tuhan.