
demikian pun jiwaku menjerit kepadaMu.
Akan Allah abadi hausku tiada terperi.
Bilakah tiba waktuku melihatMu, ya Allahku?
2. Siang malam air mataku adalah makananku,
kar’na orang menghujatku: Hai, di manakah Allahmu?
Dan teringatlah terang, dengan girang dan senang
aku pimpin ‘kan mereka masuk ke rumah Allahnya.
3. Apakah sebab ‘kau tunduk dan gelisah, jiwaku?
Janganlah ‘kau putus asa, Tuhanlah harapanmu.
‘Kan ‘ku pujilah terus kuasa Allah yang kudus.
Kar’na itulah hentikan keluhanmu dan rintihan.
Makna Lagu Bagai Rusa Berteriak
Lirik lagu ini menggambarkan kerinduan yang sangat dalam untuk dekat dengan Tuhan, seperti rusa yang haus mencari air di tengah kekeringan. Penyanyi merasa jiwanya sangat membutuhkan Tuhan sebagai sumber kekuatan dan ketenangan hidup. Maknanya adalah bahwa manusia memiliki kebutuhan rohani yang tidak bisa dipenuhi oleh hal-hal duniawi, melainkan hanya oleh hubungan yang dekat dengan Tuhan.
Selain itu, lagu ini juga menunjukkan pergumulan batin seseorang yang sedang sedih dan merasa lemah. Air mata, hinaan, dan pertanyaan dari orang lain membuat hati terasa semakin berat. Namun di tengah kesedihan itu, penyanyi mengingat kembali saat-saat indah ketika memuji Tuhan bersama umat-Nya. Pesan ini menggambarkan bahwa kenangan akan kasih dan penyertaan Tuhan bisa menjadi kekuatan di masa sulit.
Di bagian akhir, lagu ini berubah menjadi ajakan untuk tetap berharap kepada Tuhan. Penyanyi berbicara kepada dirinya sendiri agar tidak tenggelam dalam putus asa, melainkan tetap percaya dan terus memuji Tuhan. Secara keseluruhan, lagu ini mengajarkan tentang kerinduan akan Tuhan, pergumulan hidup yang nyata, dan pentingnya tetap memiliki harapan serta iman di tengah kesedihan.




















