Hanya dua berjaga terus ayah bunda mesra dan kudus;
Anak tidur tenang, Anak tidur tenang.
2. Malam kudus, sunyi senyap. Kabar Baik menggegap;
bala sorga menyanyikannya, kaum gembala menyaksikannya:
"Lahir Raja Syalom, lahir Raja Syalom!"
3. Malam kudus, sunyi senyap. Kurnia dan berkat
tercermin bagi kami terus di wajahMu, ya Anak kudus,
cinta kasih kekal, cinta kasih kekal.
Syair: Stille Nacht, heilige Nacht/Silent Night, Joseph Mohr, 1818,
Terjemahan: Yamuger/Pan. Lit. K. A. J., 1980,
Lagu: Franz Xaver Gruber, 1818
Makna Lagu Malam Kudus
Lirik lagu ini punya makna tentang suasana damai dan penuh keajaiban saat kelahiran Yesus. Gambaran malam yang sunyi dan tenang menunjukkan momen yang sederhana, tetapi sangat istimewa karena di tengah kesunyian itu lahir Sang Juruselamat. Kehadiran bayi Yesus membawa suasana hangat, penuh kasih, dan ketenangan yang membuat dunia seperti berhenti sejenak untuk menyambut-Nya.
Selain itu, lagu ini juga menonjolkan kabar sukacita yang dibawa oleh para malaikat kepada para gembala. Yesus disebut sebagai “Raja Syalom” atau Raja Damai, yang datang membawa harapan baru bagi manusia. Pesannya relate banget dengan kehidupan sekarang: di tengah dunia yang sering penuh keributan, stres, dan kekhawatiran, manusia tetap merindukan damai sejati dan kasih yang menenangkan hati.
Di bagian akhir, lagu ini menekankan bahwa kelahiran Yesus adalah tanda cinta kasih Tuhan yang kekal bagi manusia. Wajah Anak kudus itu digambarkan memancarkan anugerah dan berkat yang terus hidup sampai sekarang. Intinya, lagu ini mengajak kita untuk merasakan damai, kasih, dan harapan yang datang dari Tuhan, serta membagikan suasana sukacita itu kepada orang lain.