yang setia 'ku berbakti tak henti. Rut, Deborah dan Maria
jadi contoh bagiku. 'Ku berjanji dan sedia, mara dapat kutempuh.
2. Dukacita dan keluhan tak menggoncang hatiku. Sukacita sabda
Tuhan, itulah pelitaku. Lihatlah sesama kita dalam susah terbenam,
Mari angkatlah pelita dan pancarkanlah terang.
3. Menyebarkan sukacita dan menghibur yang lelah, itulah panggilan
kita dalam dunia yang resah. Kita binalah bersama tunas bangsa
yang besar dalam hidup sederhana, dalam kasih yang segar.
Makna Lagu Dalam Rumah yang Gembira
Lirik ini menggambarkan kehidupan yang dipenuhi sukacita, kasih, dan semangat untuk melakukan kebaikan. Ada gambaran ārumah yang gembiraā sebagai tempat di mana nilai-nilai iman dan kasih tumbuh, lalu diwujudkan dalam pelayanan dan kesetiaan. Bahkan tokoh-tokoh seperti Rut, Debora, dan Maria dijadikan contoh sikap beriman dan berani dalam menjalani panggilan hidup.
Selain itu, lirik ini juga menekankan bahwa kesusahan dan keluhan tidak seharusnya menguasai hati. Sebaliknya, firman Tuhan digambarkan sebagai terang yang membimbing hidup. Dari situ muncul ajakan untuk tidak hanya menikmati sukacita sendiri, tapi juga peduli pada orang lain yang sedang berada dalam kesulitan, dengan cara membawa penghiburan dan harapan.
Pada akhirnya, pesan utamanya adalah tentang panggilan untuk menjadi pembawa terang di tengah dunia yang penuh keresahan. Kebaikan, kasih, dan kesederhanaan menjadi cara untuk membangun sesama dan generasi yang lebih baik. Intinya, hidup yang beriman bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk menguatkan dan menghidupkan orang lain.