Ketika Tuhanku disalib, dosaku pun dipaku serta.
Terharu hatiku menjerit: kasihMu tiada imbangannya!
2
Tetapi dari maut ngeri Tuhanku bangkit agung megah
dan kidung baru 'ku diberi: kasihMu jaya selamanya!
3
Di sorga tinggi mahaterang Tuhanku naik takhta baka.
Bergaung madah dengan tembang: kasihMu adil dan mulia!
4
SabdaMu kuamalkan terus dan dari pagi sampai petang
'ku ikut dikau, o Penebus: di dalam kasihMu 'ku menang!
Makna Lagu Ketika Tuhanku Disalib
Lirik ini menggambarkan perjalanan iman yang berpusat pada pengorbanan dan kasih Tuhan. Di bagian awal, diceritakan momen saat Yesus disalib, yang dianggap sebagai saat dosa manusia “dipaku” bersama-Nya. Ini menekankan betapa besar kasih Tuhan yang rela berkorban, sampai membuat hati manusia tersentuh dan sadar bahwa kasih-Nya nggak ada tandingannya.
Lanjut ke bagian berikutnya, lirik ini menunjukkan bahwa kematian bukan akhir. Yesus bangkit dengan kemenangan, yang membawa harapan baru dan penguatan iman bahwa kasih Tuhan itu selalu menang atas maut dan kegelapan. Lalu digambarkan juga kenaikan-Nya ke surga sebagai tanda kemuliaan dan keadilan Tuhan yang kekal.
Di bagian terakhir, ada respons dari manusia yang memilih untuk hidup mengikuti firman-Nya setiap hari. Bukan cuma sekadar percaya, tapi juga menjalani hidup dengan komitmen dan keteguhan. Intinya, lirik ini menegaskan bahwa dengan hidup dalam kasih Tuhan, seseorang akan selalu “menang” dalam arti mendapatkan kekuatan, harapan, dan arah hidup yang benar.