
itu baht'ra kes'lamatan bagi orang yang resah.
Meskipun badai menyesah dan ombak menderu,
Dipandu Tuhan baht'raNya ke pantai yang teduh.
2. Hai pedosa, mari lihat panji salib terbentang!
Ikut baht'ra Jurus'lamat, agar jangan tenggelam!
Meskipun badai menyesah dan ombak menderu,
Dipandu Tuhan baht'raNya ke pantai yang teduh.
3. Matahari tampak lagi, badai topan pun reda;
bunyi riak mengiringi lagu doa yang lega.
Bersyukurlah dan angkatlah nyanyian yang merdu:
Dipandu Tuhan baht'raNya ke pantai yang teduh!
Makna Lagu Bahtra Yang Dipandu Yesus
Lirik ini menggambarkan kehidupan orang percaya sebagai perjalanan di “baht’ra” (kapal) yang dipimpin oleh Yesus, dengan salib sebagai panji keselamatan. Dalam gambaran ini, hidup dipahami sebagai pelayaran yang tidak selalu tenang, karena ada badai, ombak, dan tantangan yang bisa mengguncang.
Namun demikian, lagu ini menegaskan bahwa meskipun badai kehidupan sangat kuat, Yesus tetap menjadi Nahkoda yang memimpin menuju “pantai yang teduh,” yaitu keselamatan dan kedamaian di dalam Dia. Ada jaminan bahwa penyertaan Tuhan tidak akan gagal membawa umat-Nya sampai tujuan.
Di bagian akhir, suasana berubah menjadi sukacita dan syukur ketika badai reda. Hal ini melambangkan kemenangan dan ketenangan yang diberikan Tuhan setelah pergumulan. Secara keseluruhan, lagu ini mengajarkan tentang keselamatan dalam Kristus, keteguhan iman di tengah badai hidup, dan pengharapan akan damai sejahtera yang diberikan Tuhan.




















