air tenang dan membaringkan aku berteduh di padang rumput
hijau berkenan.
Reff:
O, Gembala itu Tuhanku, membuat aku tent'ram hening.
Mengalir dalam sungai kasihku kuasa damai cerlang, bening.
2. Kepada domba haus dan lesu Gembala baik memb'rikan
air segar; ke dalam hati haus dan sendu dib'riNya
air hidup yang benar.
Reff:
O, Gembala itu Tuhanku, membuat aku tent'ram hening.
Mengalir dalam sungai kasihku kuasa damai cerlang, bening.
3. Di jalan maut kelam sekalipun 'ku tidak takut pada seteru,
sebab Gembala adalah Teman dan Jurus'lamat bagi diriku.
Reff:
O, Gembala itu Tuhanku, membuat aku tent'ram hening.
Mengalir dalam sungai kasihku kuasa damai cerlang, bening.
Makna Lagu Gembala Baik Bersuling Nan Merdu
Lirik ini menggambarkan Tuhan sebagai Gembala yang baik yang menuntun, memelihara, dan memberikan ketenangan bagi orang percaya. Gambaran “air tenang” dan “padang rumput hijau” menunjukkan pemeliharaan Tuhan yang sempurna, di mana hidup dipenuhi damai dan rasa aman dalam bimbingan-Nya.
Selain itu, lagu ini menekankan bahwa Tuhan bukan hanya memberi ketenangan, tetapi juga memuaskan kebutuhan terdalam jiwa yang haus dan lelah melalui “air hidup.” Ini melambangkan kasih karunia dan kekuatan rohani yang memulihkan hati yang gersang dan penuh beban.
Di bagian akhir, lirik ini menegaskan keberanian menghadapi situasi tersulit sekalipun, bahkan “lembah maut,” karena Tuhan tetap menyertai sebagai Gembala dan Juruselamat. Secara keseluruhan, lagu ini mengajarkan tentang pemeliharaan Tuhan yang penuh kasih, pemulihan rohani, dan keberanian yang lahir dari penyertaan-Nya.