
Air hayat Golgota pancaran yang agung.
Reff:
SalibMu, salibMu yang kumuliakan
Hingga dalam sorga k'lak ada perhentian.
2. Pada kaki salibMu kasihMu kut'rima;
Sinar Bintang Fajar t'rang yang memb'ri cahaya.
Reff:
SalibMu, salibMu yang kumuliakan
Hingga dalam sorga k'lak ada perhentian
3. Pada kaki salibMu kuingat kurbanMu,
dalam jalan hidupku kukenang selalu.
Reff:
SalibMu, salibMu yang kumuliakan
Hingga dalam sorga k'lak ada perhentian
. Pada kaki salibMu 'ku tetap percaya,
hingga dalam sorga k'lak jiwaku bahagia.
Reff:
SalibMu, salibMu yang kumuliakan
Hingga dalam sorga k'lak ada perhentian
Makna Lagu Pada Kaki SalibMu
Lirik ini adalah ungkapan penyerahan diri dan kasih yang mendalam kepada Tuhan. Penyanyinya mempersembahkan seluruh hidup—jiwa dan raga—kepada Allah, karena menyadari bahwa hidup berasal dari Tuhan dan hanya di dalam-Nya ada keteduhan serta damai sejati. Lagu ini menekankan hubungan pribadi yang penuh syukur antara manusia dan Tuhan.
Selain itu, lirik ini menyoroti kasih Allah yang dinyatakan melalui Yesus Kristus. Dalam Yesus, manusia melihat hati Tuhan yang penuh kasih, sukacita, dan rahmat. Penyanyinya merasa diraih dan dicari oleh Tuhan lebih dahulu, sehingga ia pun memilih untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada kasih Tuhan. Gambaran “lautan kasih” menunjukkan betapa besar dan dalamnya kasih karunia Allah bagi manusia.
Di bagian akhir, lagu ini menjadi doa agar nama Yesus nyata dalam seluruh kehidupan. Bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam perkataan, pekerjaan, dan tindakan sehari-hari. Penyanyinya ingin hidup yang mencerminkan kasih dan kemuliaan Tuhan. Secara keseluruhan, lagu ini mengajarkan penyerahan hidup kepada Allah, pengalaman akan kasih Kristus, dan kerinduan untuk hidup memuliakan nama Tuhan dalam segala hal.




















