
ya Tuhan, kami takkan gentar. Bagaikan padi segenggam
mestilah mati dipendam, supaya tumbuh dan segar, di panas
surya mekar berbuahlah. Tuaian pun besar.
2. Teladan sudah Kauberi demi deritaMu dan melalui salibMu
Kaut'rima kuasaMu! Bagian kami tak lebih, seperti segenggam
Benih, melintas kubur yang gelap, agar kelak 'kan menetap
BersamaMu di Firdaus gemerlap.
3. Bagaikan padi, Tuhan pun dikubur, dipendam, kembali bangkit
merebut umatMu terkeram. Ya Tuhan, kirim apalah penabur yang
t'lah menyerah hidupnya untuk kuasaMu, memberitakan namaMu,
agar seg'ra buahnya milikMu.
Makna Lagu KuasaMu dan NamaMulah
Lirik ini menggambarkan panggilan untuk menyebarkan nama dan kasih Tuhan dengan berani, meskipun harus melalui pengorbanan. Gambaran “padi yang mati dipendam” dipakai untuk menunjukkan bahwa sesuatu yang besar sering lahir dari pengorbanan dan kesediaan untuk memberi diri. Sama seperti benih yang harus ditanam lebih dulu supaya bisa bertumbuh dan menghasilkan panen, hidup orang percaya juga dipanggil untuk memberi dampak bagi banyak orang.
Selain itu, lagu ini menekankan teladan Yesus sendiri yang rela menderita dan mati di kayu salib demi keselamatan manusia. Pengorbanan Kristus bukan akhir, karena lewat kebangkitan-Nya Ia membawa kemenangan dan harapan baru. Karena itu, orang percaya diajak untuk tidak takut menghadapi kesulitan dalam menjalani panggilan hidup dan pelayanan, sebab semua itu memiliki tujuan yang lebih besar.
Di bagian akhir, lirik ini menjadi doa agar Tuhan mengirim orang-orang yang mau menyerahkan hidupnya untuk memberitakan kasih dan kebenaran-Nya. Pesannya sangat kuat: hidup yang dipakai Tuhan akan menghasilkan “tuaian” atau buah yang membawa banyak orang kepada keselamatan dan pengharapan. Secara keseluruhan, lagu ini mengajarkan keberanian untuk berkorban, kesetiaan dalam pelayanan, dan keyakinan bahwa Tuhan mampu memakai hidup manusia untuk menghasilkan hal-hal besar.




















