
cengkeh pun tidak berbunga dan jualanku tidak laku,
butir padi tak berisi, sampar ayam pun berjangkit,
hewan ternak sudah habis, kar'na terpaksa aku jual.
Namun aku puji Tuhan
dan bersorak sukaria
kar'na Dia Pohon s'lamatku!
KepadaNya 'ku percaya,
aku tidak akan jatuh:
Tuhan Allah kekuatanku.
Makna Lagu Sayur Kubis Jatuh Harga
Lirik ini menggambarkan seseorang yang sedang mengalami banyak kesulitan hidup, terutama dalam ekonomi dan pekerjaan. Hasil kebun gagal, ternak habis, usaha tidak berjalan, dan keadaan terasa semakin berat. Semua gambaran itu menunjukkan realita hidup yang dekat dengan keseharian banyak orang: ketika usaha sudah dilakukan, tetapi hasilnya tetap mengecewakan dan membuat hati lelah.
Namun yang menarik, di tengah semua masalah itu, lagu ini justru mengajak untuk tetap percaya dan memuji Tuhan. Sukacita yang dimaksud bukan karena keadaan hidupnya baik-baik saja, melainkan karena keyakinan bahwa Tuhan tetap menjadi sumber keselamatan dan kekuatan. Jadi, iman di sini bukan bergantung pada banyaknya berkat materi, tetapi pada hubungan dengan Tuhan yang tidak berubah walaupun keadaan sedang sulit.
Secara keseluruhan, lirik ini mengajarkan tentang iman yang tetap teguh di tengah krisis. Pesannya sangat kuat dan relevan: hidup memang bisa naik turun, ekonomi bisa jatuh, dan harapan manusia bisa goyah, tetapi orang yang bersandar pada Tuhan tidak akan benar-benar hancur. Tuhan digambarkan sebagai kekuatan utama yang membuat seseorang tetap mampu berdiri dan melangkah meskipun sedang berada di masa paling berat.




















