
supaya Kau hidupkan daku menjadi ranting yang segar.
Jika Engkau beri berkat, aku berbuah yang lebat.
2. Tak mungkin aku 'kan mandiri, aku lemah di luarMu.
Hanya di dalammu sendiri limpahlah hidup bagiku.
OlehMu buahku lebat; yang tak berbuah dikerat.
3. DenganMu saja 'ku bersatu, tak tercerai sesaat pun.
KasihMu pandu di jalanku; 'ku hidup oleh hidupMu.
Dengan salibMu 'ku menang, jikalau Kauberi terang.
4. Diriku milikMu abadi, Engkau tumbuhkan imanku.
Yang dalam aku Kaumulai Kausempurnakan bagiMu.
OlehMu kuncup merekah, hingga berbuah yang lebat.
Makna Lagu Biar Ku Tumbuh di BatangMu
Lirik ini menggambarkan hubungan manusia dengan Yesus seperti ranting dengan pokok anggur. Pesannya jelas: manusia tidak bisa hidup dan bertumbuh dengan baik kalau terpisah dari Tuhan. Yesus adalah sumber kehidupan, kekuatan, dan pertumbuhan rohani, sedangkan manusia hanyalah ranting yang membutuhkan hubungan terus-menerus dengan-Nya supaya tetap hidup dan menghasilkan buah.
Selain itu, lagu ini menekankan kerendahan hati dan ketergantungan penuh kepada Tuhan. Penulis mengakui bahwa dirinya lemah dan tidak mampu berjalan sendiri di luar Tuhan. Hanya melalui kasih, terang, dan pengorbanan Kristus manusia bisa bertahan, menang menghadapi hidup, dan menghasilkan “buah,” yaitu kehidupan yang baik, berguna, dan sesuai kehendak Tuhan.
Di bagian akhir, lirik ini membawa pesan tentang proses pertumbuhan iman. Tuhan tidak hanya memulai pekerjaan dalam hidup manusia, tetapi juga terus membentuk dan menyempurnakannya. Seperti kuncup yang akhirnya mekar, hidup orang percaya juga diproses sedikit demi sedikit sampai menghasilkan buah yang lebat. Secara keseluruhan, lagu ini mengajak untuk terus melekat pada Tuhan, percaya pada proses-Nya, dan hidup dalam hubungan yang dekat dengan-Nya.




















