
akan kugubah madah indah dan 'ku menyanyi bergemar memuji
kasih Allahku yang dicurahkan kepadaku.
2. Janganlah diam, hai jiwaku, dan kau, ragaku, bangunlah!
Nyatakanlah kegemaranmu atas berkat, anugerah, kar'na selama
Hidupku akan kupuji Allahku.
3. Hai rimba raya, hai belukar, desaukan kegiranganmu. Hai margasatwa
sekalian, marilah, padu suaramu dengan gitaku yang gemar memuji
Yang Mahabesar.
Makna Lagu Andai Ku Punya Banyak Lidah
Lirik ini menggambarkan rasa syukur yang sangat besar sampai-sampai manusia merasa tidak cukup hanya dengan satu suara untuk memuji Tuhan. Ada kerinduan untuk bisa memuji Tuhan dengan cara yang lebih besar dan lebih indah, karena kasih dan anugerah-Nya begitu melimpah dalam hidup. Ini menunjukkan bahwa pujian lahir dari hati yang benar-benar sadar bahwa Tuhan sudah melakukan banyak hal baik.
Selain itu, lagu ini juga mengajak diri sendiri—jiwa dan tubuh—untuk tidak pasif, tetapi aktif bersyukur dan memuji Tuhan. Pujian bukan hanya momen sesaat, tetapi menjadi gaya hidup yang terus dilakukan selama hidup masih ada. Semua berkat dan kebaikan Tuhan menjadi alasan yang tidak pernah habis untuk bersyukur dan bersukacita.
Di bagian akhir, bahkan alam semesta digambarkan ikut bersukacita dan memuji Tuhan. Hutan, hewan, dan seluruh ciptaan seolah diajak untuk bersama-sama menyatakan kebesaran Sang Pencipta. Secara keseluruhan, lagu ini menekankan bahwa kasih Tuhan terlalu besar untuk disimpan sendiri, sehingga seluruh hidup—bahkan seluruh ciptaan—layak dipakai untuk memuji Dia.




















