Kami ikut titah Raja dan berjalan tak lesu:
Lewat gunung dan dataran arah kami ke istana,
Arah kami ke istana kota Raja yang kudus.
Arah kami ke istana kota Raja yang kudus.
2. Apa kamu dapat tahan dalam badai yang seru?
Tangan Tuhan yang menuntun: hati kami pun teguh.
Apa pun yang dihadapi, Yesuslah membimbing kami,
Yesuslah membimbing kami, kekotaNya yang kudus.
Yesuslah membimbing kami kekotaNya yang kudus.
3. Di neg'ri yang kamu tuju apakah harapanmu?
Jubah putih dan mahkota pemberian Penebus,
Minum air kehidupan dan kekal bersama Tuhan,
Dan kekal bersama Tuhan di neg'riNya yang kudus.
Dan kekal bersama Tuhan di neg'riNya yang kudus.
4. Apa kami boleh ikut ke neg'ri tujuanmu?
Tentu saja, ayo mari, mari ikutlah terus!
Mari ikut sungguh-sungguh: oleh Yesus kau ditunggu,
Oleh Yesus kau ditunggu di kotaNya yang kudus.
Oleh Yesus kau ditunggu di kotaNya yang kudus.
Makna Lagu Hai Musafir Mau ke Mana
Lirik ini menggambarkan kehidupan orang percaya sebagai perjalanan seorang musafir menuju kerajaan Allah. Pertanyaan “Hai musafir, mau ke mana kau arahkan langkahmu?” membuka tema utama lagu: hidup manusia di dunia hanyalah perjalanan sementara menuju “kota Raja yang kudus,” yaitu kerajaan surgawi tempat Kristus memerintah.
Pada bait pertama, umat Tuhan digambarkan berjalan dengan setia mengikuti titah Raja. Walaupun perjalanan melewati gunung dan dataran—lambang kesulitan dan tantangan hidup—arah mereka tetap jelas, yaitu menuju istana Raja. Ini menunjukkan bahwa iman memberi tujuan dan arah hidup yang pasti.
Bait kedua menekankan keteguhan di tengah badai kehidupan. Orang percaya dapat bertahan bukan karena kekuatan sendiri, melainkan karena tangan Tuhan yang menuntun. Yesus digambarkan sebagai pembimbing yang setia membawa umat-Nya menuju kota kudus-Nya, sehingga mereka tidak perlu takut menghadapi pergumulan dunia.
Pada bait ketiga dan keempat, lagu berbicara tentang pengharapan surgawi dan undangan keselamatan. Di negeri tujuan itu ada jubah putih, mahkota kemenangan, air kehidupan, dan persekutuan kekal bersama Tuhan. Lagu ini juga mengajak semua orang untuk ikut dalam perjalanan iman tersebut, sebab Yesus sendiri menantikan umat-Nya di kota-Nya yang kudus.
Secara keseluruhan, lirik ini penuh pengharapan, dorongan untuk tetap setia, dan keyakinan bahwa hidup orang percaya sedang diarahkan menuju sukacita kekal bersama Kristus.