dan dari Tuhanku tak tercerai, itu bagiku bahagia baka.
'Ku s'lamanya bahagia, bahagia, bahagia; bila kupandang
Tuhanku kelak, aku bahagia, bahagia tetap.
2. Bila kelak oleh kurniaNya aku disambut di sorga cerah
dan 'ku memandang sinar wajahNya, itu bagiku bahagia baka.
'Ku s'lamanya bahagia, bahagia, bahagia; bila kupandang
Tuhanku kelak, aku bahagia, bahagia tetap.
3. Bila di sana 'ku jumpa teman, aku gembira dan amat senang,
tapi melihat Tuhan berkenan, itu bagiku bahagia baka.
'Ku s'lamanya bahagia, bahagia, bahagia; bila kupandang
Tuhanku kelak, aku bahagia, bahagia tetap.
Makna Lagu BIla Tugasku Kelak Selesai
Lirik ini mengungkapkan pengharapan dan sukacita orang percaya akan kehidupan kekal bersama Tuhan. Lagu ini memandang hidup di dunia sebagai sebuah tugas atau perjalanan sementara, sedangkan tujuan akhirnya adalah “pantai permai,” yaitu gambaran tentang surga dan persekutuan abadi dengan Tuhan. Kebahagiaan terbesar bukan sekadar bebas dari penderitaan, tetapi karena tidak lagi terpisah dari Tuhan.
Bagian yang paling ditekankan dalam lagu ini adalah kerinduan untuk memandang wajah Tuhan secara langsung. Bagi penulis lagu, inilah “bahagia baka,” sukacita kekal yang melampaui segala hal lain. Reffrein yang berulang menegaskan bahwa kebahagiaan sejati dan sempurna hanya ditemukan dalam hadirat Tuhan.
Selain itu, lagu ini juga menggambarkan sukacita persekutuan di surga. Bertemu kembali dengan teman-teman seiman menjadi sumber kegembiraan, tetapi tetap ditegaskan bahwa sukacita terbesar adalah melihat Tuhan sendiri berkenan kepada umat-Nya. Ini menunjukkan bahwa pusat surga bukan kemewahan atau kenyamanan, melainkan hubungan yang sempurna dengan Allah.
Secara keseluruhan, lirik ini bernuansa tenang, penuh harapan, dan menghibur. Lagu ini mengajak orang percaya menjalani hidup dengan setia sambil menantikan sukacita kekal bersama Tuhan di surga.