1. Datanglah, ya sumber rahmat, selaraskan hatiku menyanyikan
kasih s'lamat yang tak kunjung berhenti. Ajar aku madah indah,
gita balai sorgaMu. Aku puji gunung kokoh, gunung pengasihanMu.
2. Hingga kini 'ku selamat dengan kuat yang Kaub'ri.
Kuharapkan akan dapat sampai di neg'ri seri.
Yesus cari akan daku, domba binal yang sesat;
Untuk membela diriku dipikulNya salib b'rat.
3. Tiap hari 'ku berhutang pada kasih abadi.
Rantailah hatiku curang dengan rahmat tak henti.
'Ku dipikat pencobaan meninggalkan kasihMu;
inilah hatiku, Tuhan, meteraikan bagiMu!
KJ. 240b
1. Datanglah, ya sumber rahmat, selaraskan hatiku menyanyikan
kasih s'lamat yang tak kunjung berhenti. Ajar aku madah indah,
gita balai sorgaMu. Aku puji gunung kokoh, gunung pengasihanMu.
Makna Lagu Datanglah Ya Sumber Rahmat
Lirik ini menggambarkan kerinduan seseorang untuk hidup dekat dengan Tuhan dan terus memuji kasih karunia-Nya. Tuhan disebut sebagai “sumber rahmat,” artinya segala kebaikan, keselamatan, dan kekuatan hidup berasal dari-Nya. Lagu ini penuh rasa syukur karena kasih Tuhan digambarkan tidak pernah habis dan selalu mengalir dalam hidup manusia. Nuansanya hangat dan penuh penyembahan dari hati yang sadar bahwa hidupnya ditopang oleh anugerah Tuhan.
Selain itu, lirik ini juga menunjukkan kesadaran manusia akan kelemahan dan kecenderungannya untuk mudah jatuh dalam dosa atau menjauh dari Tuhan. Yesus digambarkan sebagai Gembala yang mencari “domba sesat” dan rela memikul salib demi menyelamatkan manusia. Pesannya sangat menyentuh: walaupun manusia sering gagal dan tersesat, kasih Tuhan tetap mengejar dan memulihkan mereka.
Di bagian akhir, lagu ini menjadi doa penyerahan diri kepada Tuhan. Ada pengakuan bahwa hati manusia mudah tergoda dan berubah, sehingga membutuhkan kasih karunia Tuhan untuk tetap setia. Kalimat “meteraikan bagiMu” menunjukkan kerinduan supaya hidup sepenuhnya menjadi milik Tuhan. Secara keseluruhan, lirik ini punya nuansa reflektif, penuh syukur, dan menggambarkan hubungan pribadi yang dekat antara manusia dengan kasih Tuhan yang tidak pernah berhenti.