Lirik KJ 214 - Tuhan Melawat Umat-Nya - Kidung Jemaat

Lirik KJ 214 - Tuhan Melawat Umat-Nya - Kidung Jemaat
1. Tuhan melawat umatNya; malam menjadi pagi!
Dalam terang hadiratNya kita dihibur lagi!

2. Habis menanggung mautNya di atas kayu salib,
kuburNya ditinggalkanNya: Ia telah kembali!

3. Murid-muridNya tercengang, kar'na tak menyadari
bahwa Mesias t'lah menang atas set'ru terakhir.

4. Sion penuh keluh-kesah, kidung diganti tangis;
duka menimpa jiwanya awan menutup langit.

5. Hai putri Sion, nyanyilah! Janganlah susah hati:
dalam cahaya hidupNya dukamu diobati!

6. Puji-pujian mulutmu kini segar kembali:
oleh kuasa Roh Kudus kubur dibuka lagi!

7. Nyanyi seputar dunia bahwa Tuhanmu bangkit!
FirmanNya tinggal beserta dan mengobarkan hati!

8. Umat percaya, bangunlah, nyanyi tiap hari;
hiduplah bersejahtera, t'rima berkat ilahi!

9. Takhta mengganti salibNya dalam terang sorgawi;
kita di KerajaanNya hidup kekal abadi!

Makna Lagu Tuhan Melawat UmatNya

Lirik ini menggambarkan perubahan besar dari suasana gelap dan penuh dukacita menjadi terang dan sukacita karena kebangkitan Yesus. Tuhan yang bangkit digambarkan datang melawat umat-Nya, mengubah “malam menjadi pagi,” artinya keputusasaan dan kesedihan manusia diganti dengan penghiburan dan harapan baru. Kebangkitan Yesus setelah wafat di salib menunjukkan bahwa maut bukan akhir, karena Kristus telah kembali hidup dan menang atas kematian.

Selain itu, lagu ini juga menunjukkan bagaimana para murid dan umat Tuhan awalnya tidak memahami bahwa Yesus sebenarnya telah mengalahkan “seteru terakhir,” yaitu maut. Suasana sedih di Sion, yang penuh tangisan dan rasa kehilangan, perlahan berubah menjadi sukacita ketika mereka sadar bahwa Tuhan hidup. Pesannya sangat menguatkan: dalam terang kehidupan Kristus, luka, kesedihan, dan ketakutan manusia bisa dipulihkan.

Di bagian akhir, lagu ini menjadi ajakan untuk bangkit dan terus memberitakan kabar kebangkitan Yesus kepada seluruh dunia. Orang percaya dipanggil hidup dengan damai, sukacita, dan semangat baru karena Roh Kudus memberi kehidupan dan pengharapan. Salib yang dulu menjadi lambang penderitaan kini diganti dengan takhta kemuliaan di surga. Secara keseluruhan, lirik ini punya nuansa hangat, penuh kemenangan, dan memberi keyakinan bahwa bersama Kristus, hidup manusia memiliki masa depan yang kekal dan penuh damai.

Lirik Lagu Lagu Rohani

Selengkapnya

Berita Artis Terbaru