
Bangkitlah Dia megah kuasa Iblis patah menyerah. Alam maut sudah dikalahkanNya.
Ia hidup dan berkuasa s'lamanya! T'lah menang, t'lah menang!
Kristus bangkit dan menang!
2. Dan sia-sialah kubur dijaga, pun tiada gunanya batu besar.
Bangkitlah Dia megah kuasa Iblis patah menyerah. Alam maut sudah dikalahkanNya.
Ia hidup dan berkuasa s'lamanya! T'lah menang, t'lah menang!
Kristus bangkit dan menang!
3. Maut dan Iblis pun tidak berdaya menahan Tuhanku, Sang Penebus.
Bangkitlah Dia megah kuasa Iblis patah menyerah. Alam maut sudah dikalahkanNya.
Ia hidup dan berkuasa s'lamanya! T'lah menang, t'lah menang!
Kristus bangkit dan menang!
Makna Lagu Di Malam Yang Gelap
Lirik ini menggambarkan kemenangan besar Yesus melalui kebangkitan-Nya dari kubur. Walaupun Yesus sempat terbaring di makam yang gelap, kebangkitan-Nya membawa terang dan menunjukkan bahwa kuasa maut tidak mampu mengalahkan-Nya. Kebangkitan itu menjadi bukti bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup dan berkuasa untuk selamanya. Karena itu, lagu ini penuh semangat kemenangan dan sukacita atas karya keselamatan Tuhan.
Selain itu, lagu ini juga menekankan bahwa segala usaha untuk menahan Yesus — seperti penjagaan kubur dan batu besar penutup makam — akhirnya sia-sia. Kuasa Iblis dan maut digambarkan kalah total di hadapan Kristus. Pesannya jelas banget: tidak ada kekuatan apa pun yang bisa melawan kuasa Tuhan. Kebangkitan Yesus menjadi tanda bahwa dosa, ketakutan, dan kematian sudah dikalahkan oleh kasih dan kuasa-Nya.
Secara keseluruhan, lirik ini punya vibe penuh energi, kemenangan, dan pengharapan. Reff yang berulang seperti “Kristus bangkit dan menang!” membuat lagu ini terasa seperti seruan iman yang membangkitkan semangat. Maknanya mengajak pendengar untuk percaya bahwa karena Yesus hidup dan menang, manusia juga punya harapan baru dan tidak perlu hidup dalam ketakutan lagi.




















