Lirik KJ 181 - Yang Sengsara Itulah - Kidung Jemaat

Lirik KJ 181 - Yang Sengsara Itulah - Kidung Jemaat
1. "Yang Sengsara" itulah Putra Allah mulia, Penebus manusia.
Haleluya, puji Dia!

2. Ganti aku Dialah yang dihukum, disesah. Bebas aku olehNya.
Haleluya, puji Dia!

3. Kita salah dan lemah; Ia tidak bercela. Damai pulih olehNya.
Haleluya, puji Dia!

4. Di salib di Golgota "Selesailah!" sabdaNya. Kini sorga arasyNya.
Haleluya, puji Dia!

5. Bila Raja mulia menjemput jemaatNya, kidung kita bergema,
"Haleluya, puji Dia!

Makna Lagu Yang Sengsara Itulah

Lirik ini menggambarkan Yesus sebagai Putra Allah yang mulia, tetapi rela menderita demi menyelamatkan manusia. Meski Dia tidak bersalah, Yesus tetap menerima hukuman dan penderitaan sebagai pengganti manusia yang penuh dosa. Pesan utamanya kuat banget: pengorbanan Yesus membuat manusia yang tadinya terpisah dari Tuhan bisa kembali berdamai dengan-Nya. Karena itu, setiap bait dipenuhi seruan “Haleluya, puji Dia!” sebagai ungkapan syukur dan kemenangan.

Lagu ini juga menonjolkan kontras antara manusia yang lemah dan penuh kesalahan dengan Yesus yang sempurna dan tanpa cela. Justru karena kasih-Nya yang besar, Yesus rela menanggung semuanya di kayu salib. Kalimat “Selesailah!” menunjukkan bahwa pengorbanan-Nya sudah tuntas dan keselamatan bagi manusia sudah digenapi. Setelah penderitaan di Golgota, Yesus digambarkan dimuliakan kembali di surga sebagai Raja yang berkuasa.

Secara keseluruhan, lirik ini punya suasana yang bukan cuma haru, tapi juga penuh kemenangan dan pengharapan. Lagu ini mengajak pendengarnya untuk melihat salib bukan sebagai akhir yang tragis, melainkan awal dari keselamatan dan janji kehidupan kekal. Di bagian akhir, ada harapan tentang kedatangan Yesus kembali untuk menjemput umat-Nya, sehingga pujian dan sukacita kepada Tuhan akan terus bergema selamanya.

Lirik Lagu Lagu Rohani

Selengkapnya

Berita Artis Terbaru