tergantung Khalik semesta di dalam rupa mahlukNya.
2. Di salib itu lihatlah terpaku Kurban mulia;
tanganNya direntangkanNya demi berkat anugerah.
3. Ditikam tombak yang kejam, mengucur dari lambungNya
campuran air-darahNya membasuh dosa manusia.
4. Nubuat Mazmur Daud genap: "Hai bangsa-bangsa dunia,
akui Tuhan Rajamu; sebatang kayu takhtaNya."
5. O pohon elok dan megah, berhias merah mulia,
terpilih agar dahanmu, menjamah tubuh Rajaku.
6. Ditimbang pada cabangmu Tebusan bagi dunia:
tawanan maut bebaslah, terangkat di neracamu.
7. Harumlah damar kayumu, aroma madu kalahlah;
penuh berkatlah Buahmu, o pohon hayat yang megah!
8. Salam, mezbah dan Kurbannya, sebab sengsara mulia:
Yang Hidup memasuki maut; terbitlah hidup abadi.
9. O salib, kau harapanku di waktu 'ku memanggulmu:
limpahkanlah karunia dan dosaku tutuplah.
10. Tritunggal Allah, t'rimalah syukur seluruh mahlukMu!
Yang Kaus'lamatkan pimpinlah kekal selama-lamanya.
Makna Lagu Pataka Raja Majulah
Lirik lagu ini punya makna yang sangat dalam tentang salib sebagai pusat keselamatan manusia. Salib digambarkan bukan sekadar alat penderitaan, tetapi justru menjadi “takhta” kemenangan Tuhan. Yesus, Sang Pencipta, rela hadir dalam rupa manusia dan mengorbankan diri-Nya di salib untuk membawa berkat dan anugerah bagi dunia. Dari sini, lagu ini menunjukkan paradoks besar: sesuatu yang terlihat sebagai kehinaan justru menjadi sumber kemuliaan dan keselamatan.
Selain itu, liriknya juga menekankan bahwa pengorbanan Yesus bukan kebetulan, tapi penggenapan nubuat dan rencana Tuhan. Darah dan air yang mengalir dari lambung-Nya melambangkan pembersihan dosa manusia, sementara salib menjadi tanda bahwa kuasa maut sudah dikalahkan. Bahkan alam dan seluruh ciptaan digambarkan ikut menyaksikan karya besar ini, seolah menegaskan bahwa peristiwa salib punya makna kosmis yang sangat luas.
Di bagian akhir, lagu ini berubah menjadi doa syukur dan pengharapan. Salib dipandang sebagai harapan di tengah hidup manusia, tempat orang percaya meminta pengampunan dan perlindungan. Ada juga pengakuan kepada Allah Tritunggal sebagai sumber keselamatan. Overall, lagu ini vibes-nya sangat agung dan reflektif, mengajak pendengar untuk melihat salib bukan sebagai simbol kesedihan saja, tapi sebagai tanda kasih, kemenangan, dan kehidupan kekal.