bagai maling disergap pada waktu malam
dan dihina, dicela didepan mahkamah,
diludahi, dicerca oleh kaum ulama.
2. Waktu fajar merekah,Yesus pun dibawa
ke Pilatus, dan seg'ra tak terbukti salah.
Ke Herodes yang kejam Yesus pun diseret;
Raja dan pengawalnya tak segan mengejek.
3. Jam sembilan paginya, balik ke Pilatus,
Tuhan kita disesah oleh kaum serdadu;
Jubah ungu diberi dan mahkota duri;
Olokannya: "Hai tabik, Raja kaum Yahudi!"
4. Palang dihelakanNya pada tengah hari
dan di bukit Golgota Ia pun disalib,
menderita tiga jam; ada yang menghujat.
Matahari pun kelam dan menutup muka.
5. Pukul tiga yang sepi, Yesus, hampir mati,
berseru: "Eli, Eli, lamma sabakhtani?"
Lalu putus nyawaNya dan di Bait Suci
Tabir koyak terbelah; ada gempa bumi.
6. Waktu menjelang senja, yang kena hukuman
dipatahkan tulangnya agar diturunkan.
Yesus tak demikian, kar'na sudah mati:
Nampak dari lukaNya darah campur air.
7. Surya hampir terbenam waktu datang Yusuf
yang termasuk muridNya, minta mayat Yesus;
tubuh diturunkannya, dikapankan lenan
dan di kubur miliknya Yesus dibaringkan.
8. Tuhan Yesus, tolonglah kami mendalami
aniaya dan cela yang Engkau alami,
agar kami olehMu meninggalkan dosa
kepadaMu bersyukur, jiwa pun sentosa.
Makna Lagu JuruSlamat Dunia
Lirik lagu ini menggambarkan perjalanan penderitaan Yesus sejak ditangkap, diadili, disiksa, sampai wafat di kayu salib. Walaupun tidak bersalah, Yesus diperlakukan dengan sangat kejam—dihina, diejek, dicambuk, bahkan disalibkan. Lagu ini menunjukkan betapa besar pengorbanan yang Ia lakukan demi menanggung dosa manusia. Suasana dalam lirik terasa berat dan penuh duka, sehingga pendengar diajak membayangkan penderitaan yang benar-benar dialami Yesus, bukan sekadar cerita biasa.
Selain menggambarkan penderitaan fisik, lagu ini juga menonjolkan sisi emosional dan spiritual dari pengorbanan Yesus. Saat Ia berseru “Eli, Eli, lama sabakhtani?”, terlihat rasa sakit dan kesepian yang begitu dalam. Namun justru melalui penderitaan itu, ada makna kasih yang sangat besar: Yesus rela berkorban supaya manusia mendapat keselamatan. Peristiwa tabir Bait Suci yang terbelah dan gempa bumi juga melambangkan bahwa kematian Yesus membawa perubahan besar bagi hubungan manusia dengan Tuhan.
Di bagian akhir, lagu ini berubah menjadi doa dan refleksi buat pendengarnya. Kita diajak bukan cuma merasa sedih, tapi juga merenungkan pengorbanan Yesus supaya hidup bisa berubah menjadi lebih baik. Intinya, lagu ini mengingatkan bahwa kasih Tuhan itu luar biasa besar, sehingga manusia seharusnya belajar meninggalkan dosa, hidup penuh syukur, dan lebih dekat kepada-Nya.