yang sungguh-sungguh disayangi dan tiap kali dihitung,
satu demi satu berurut sampai seratus kali.
2. Pada suatu ketika hilanglah satu domba:
Ia sedih serta menangis. Domba dihitung kembali,
Satu demi satu berurut: Kuranglah satu lagi!
3. Domba yang hilang dicari, lainnya ditinggal menanti:
akhirnya ditemukan lagi. Giranglah ia mengitung,
satu demi satu berurut sampai seratus kali!
4. Bapa yang ada di sorga, Ia Gembala juga
bagi semua manusia. Kita pun sangat dicinta,
satu demi satu dihitung satupun jangan hilang!
Makna Lagu Ada Seorang Gembala
Lirik ini memakai gambaran gembala dan domba untuk menjelaskan kasih Tuhan kepada manusia. Seorang gembala yang punya seratus domba sangat teliti menjaga dan menghitung semuanya, sampai akhirnya sadar ada satu yang hilang. Dari situ terlihat bahwa setiap “domba” itu berharga—tidak ada yang dianggap sepele atau tidak penting.
Ketika satu domba hilang, gembala tidak tinggal diam, tapi justru mencarinya sampai ketemu. Ini menggambarkan kasih Tuhan yang aktif dan tidak menyerah saat manusia “tersesat” atau menjauh. Fokusnya bukan pada yang sudah ada saja, tapi juga pada yang hilang untuk dipulihkan kembali. Saat domba itu ditemukan, kegembiraannya besar karena yang hilang akhirnya kembali.
Di bagian akhir, maknanya diperluas bahwa Bapa di sorga juga seperti Gembala yang penuh kasih bagi semua manusia. Setiap orang dihitung, diperhatikan, dan dicintai secara pribadi. Intinya, lagu ini ingin menegaskan bahwa tidak ada satu pun manusia yang dianggap tidak penting—semua berharga, dan Tuhan selalu mencari serta merangkul mereka yang tersesat untuk kembali dalam kasih-Nya.