bukan oleh ahli Kitab, bukan oleh si Farisi
manusia dis'lamatkan, manusia ditebus,
tapi oleh Kanak-kanak yang terbaring di palungan.
2. Bukan oleh yang terdidik, bukan oleh orang pandai,
bukan oleh para ahli yang empunya ilmu tinggi
manusia dis'lamatkan manusia ditebus:
oleh Anak tukang kayu, Anak Yusuf dan Maria.
3. Bukan oleh orang kaya yang tempatnya di istana,
bukan oleh penguasa yang memiliki tentara
manusia dis'lamatkan, manusia ditebus:
oleh Orang yang terhukum, mati pada kayu salib.
Makna Lagu Bukan Oleh Raja Roma
Lirik lagu ini menekankan bahwa keselamatan dan harapan bagi manusia datang dari sosok yang sederhana, bukan dari kekuasaan, jabatan, atau kepintaran dunia. Lagu ini menyebut bahwa bukan raja, ahli agama, orang pintar, ataupun penguasa besar yang menyelamatkan manusia, melainkan Yesus yang lahir sebagai bayi di palungan. Pesannya dalam banget: Tuhan sering bekerja lewat hal-hal yang dianggap kecil dan biasa oleh dunia, bukan lewat kemegahan atau kekuatan manusia.
Selain itu, lagu ini juga seperti kritik sosial terhadap cara manusia memandang nilai dan keberhasilan. Banyak orang menganggap kekayaan, pendidikan tinggi, atau kekuasaan sebagai sumber utama keamanan dan keselamatan. Tapi lagu ini justru membalik cara pandang itu. Yesus digambarkan sebagai anak tukang kayu yang hidup sederhana dan bahkan mati di kayu salib sebagai orang terhukum. Dari situ terlihat bahwa kasih, pengorbanan, dan kerendahan hati punya kekuatan yang jauh lebih besar daripada status sosial atau kekuasaan.
Di zaman sekarang, pesan lagu ini tetap relate banget. Dunia sering mengukur seseorang dari jabatan, uang, atau pencapaian, padahal yang paling berarti justru ketulusan hati dan kasih kepada sesama. Lagu ini ngajak pendengarnya untuk nggak sombong dengan hal duniawi dan belajar melihat bahwa harapan sejati bisa datang dari tempat yang paling sederhana sekalipun. Intinya, keselamatan dan damai bukan soal siapa yang paling kuat, tapi siapa yang mau hidup dalam kasih dan kerendahan hati.