Jauh dari sorga tinggi kunjunganMu.
S'lamat datang, Tuhanku, ke dalam dunia;
Damai yang Kaubawa tiada taranya, Salam, salam!
2. "Kyrie eleison": Tuhan, tolonglah!
Semoga kidung kami tak bercela.
BundaMu Maria diberi karunia
Melahirkan Dikau kudus dan mulia.
Salam, salam!
3. Nyanyian malaikat nyaring bergema;
gembala mendengarnya di Efrata:
"Kristus sudah lahir, hai percaya kabarku!
Dalam kandang domba kau dapat bertemu."
Salam, salam!
4. Datang orang Majus ikut bintangNya,
membawa pemberian dan menyembah.
Yang dipersembahkan: kemenyan, emas dan mur;
Pada Jurus'lamat mereka bersyukur.
Salam, salam!
Makna Lagu Slamat-Slamat Datang
Lirik lagu ini menggambarkan sukacita dan sambutan hangat atas kedatangan Yesus ke dunia. Walaupun Dia datang dari kemuliaan sorga, Yesus rela hadir di tengah manusia untuk membawa damai yang sejati. Pesannya terasa sangat hangat dan penuh rasa syukur, karena kehadiran-Nya dianggap sebagai jawaban bagi kebutuhan manusia akan harapan dan keselamatan. Kata “Salam, salam!” yang terus diulang memberi nuansa sukacita dan penghormatan yang mendalam.
Selain itu, lagu ini juga menceritakan berbagai tokoh yang terlibat dalam kisah kelahiran Yesus, seperti Maria, para gembala, malaikat, dan orang Majus. Semua datang dengan cara berbeda, tetapi punya respon yang sama: menyambut dan memuliakan Yesus. Ini menunjukkan bahwa kelahiran-Nya membawa kabar baik untuk semua orang, tanpa memandang latar belakang. Dari gembala sederhana sampai orang Majus yang membawa hadiah mahal, semuanya dipersatukan dalam penyembahan.
Di bagian akhir, lagu ini menonjolkan rasa syukur dan penghormatan kepada Yesus sebagai Juruselamat. Persembahan orang Majus melambangkan pemberian terbaik kepada Tuhan, tetapi makna terdalamnya adalah hati yang tulus dalam menyambut-Nya. Kalau dikaitkan dengan kehidupan sekarang, lagu ini seperti pengingat bahwa damai dan sukacita sejati tidak datang dari hal duniawi, tetapi dari hubungan yang dekat dengan Tuhan dan hati yang penuh syukur.