Dihatimu terimalah! Bersama bersyukur,
Bersama bersyukur, Bersama sama bersyukur!
2. Hai dunia, elukanlah Rajamu, Penebus!
Hai bumi, laut, gunung lembah, bersoraklah terus,
Bersoraklah terus, bersorak-soraklah terus!
3. Janganlah dosa menetap di ladang dunia,
Sejahtera penuh berkat berlimpah s'lamanya,
Berlimpah s'lamanya, berlimpah-limpah s'lamanya.
4. Dialah Raja semesta, besar dan mulia.
Masyhurkanlah, hai dunia, besar anug'rahNya,
Besar anug'rahNya, besar besar anug'rahNya.
Makna Lagu Hai Dunia Gembiralah
Lirik ini menggambarkan sukacita besar atas kedatangan Raja, yaitu Yesus, yang disebut juga sebagai Penebus. Dari awal, ada ajakan untuk seluruh dunia supaya bersukacita dan menerima Dia dengan hati terbuka. Suasananya terasa seperti perayaan besar yang tidak hanya terjadi di satu tempat, tapi melibatkan semua orang tanpa terkecuali. Intinya, kehadiran Tuhan dianggap sebagai kabar paling menggembirakan yang layak dirayakan bersama.
Selain itu, lagu ini juga memperluas gambaran sukacita itu ke seluruh ciptaan—bumi, laut, gunung, dan lembah—seolah semuanya ikut bersorak. Ini menunjukkan bahwa kedatangan Yesus bukan hanya berdampak pada manusia, tetapi juga membawa makna pemulihan bagi seluruh dunia. Ada harapan besar tentang damai, berkat, dan kehidupan yang lebih baik ketika manusia menjauh dari dosa dan hidup dalam kebaikan.
Di bagian akhir, liriknya menegaskan bahwa Yesus adalah Raja semesta yang besar dan penuh anugerah. Pesannya sederhana tapi kuat: semakin manusia menyadari kebesaran kasih Tuhan, semakin besar juga alasan untuk bersyukur. Kalau dikaitkan dengan kehidupan sekarang, lagu ini seperti pengingat bahwa di tengah dunia yang sering kacau dan penuh masalah, selalu ada harapan dan alasan untuk tetap bersukacita karena kasih Tuhan yang tidak terbatas.