Duka berakhir; Kristus t'lah lahir. Mari bernyanyi dengan merdu!
2. Sungguh mulia, berkarunia Hari Natal yang kudus.
Damai ilahi nyata kembali. Mari bernyanyi dengan merdu!
3. Sungguh mulia, berkarunia Hari Natal yang kudus.
Sambut semua pujian sorga. Mari bernyanyi dengan merdu!
Makna Lagu Sungguh Mulia
Lirik lagu ini menyoroti sukacita besar dari perayaan Natal yang dianggap sebagai hari penuh berkat dan kemuliaan. Dari awal, suasananya sudah terasa positif karena kelahiran Kristus digambarkan sebagai akhir dari duka dan awal dari harapan baru. Ada pesan bahwa kehadiran Yesus membawa perubahan: dari kesedihan menuju sukacita, dari gelap menuju terang. Karena itu, respon yang muncul adalah ajakan untuk bernyanyi dan bersukacita bersama.
Selain itu, lagu ini juga menekankan hadirnya damai ilahi yang kembali ke dunia melalui kelahiran Yesus. Natal bukan hanya momen perayaan, tetapi juga tanda bahwa Tuhan membawa damai yang nyata bagi manusia. Damai ini bukan sekadar perasaan tenang sesaat, tetapi sesuatu yang lebih dalam dan menyentuh hidup manusia secara keseluruhan. Suasana lagu terasa seperti undangan untuk ikut merasakan damai itu dan menyambutnya dengan hati yang terbuka.
Di bagian akhir, liriknya mengajak semua orang untuk ikut bergabung dalam pujian seperti yang ada di sorga. Ini menunjukkan bahwa Natal bukan hanya peristiwa di bumi, tetapi juga momen yang disambut oleh seluruh ciptaan. Kalau dikaitkan dengan kehidupan sekarang, lagu ini seperti pengingat bahwa di tengah hidup yang kadang melelahkan dan penuh tekanan, selalu ada alasan untuk bersukacita karena Tuhan hadir membawa damai, harapan, dan sukacita yang baru.