Mulia Kau jadi hamba terendah, Ya Anak kecil, ya Anak lembut
2. Ya Anak kecil, ya Anak lembut, segala dosa Kautebus;
Kauhantar kami, umatMu, ke haribaan BapaMu,
Ya Anak kecil, ya Anak lembut.
Luk 1:16; Yoh 1:18
3. Ya Anak kecil, ya Anak lembut, Kau turun dari takhtaMu;
Engkau beri bahagia pengganti duka dunia,
Ya Anak kecil, ya Anak lembut.
4. Ya Anak kecil, ya Anak lembut, Kau citra kasih BapaMu;
nurani kami bakarlah dengan kasihMu s'lamanya,
ya Anak kecil, ya Anak lembut.
5. Ya Anak kecil, ya Anak lembut, padaMu kami berteut,
sejiwa-raga milikMu dan pasrah diri padaMu,
ya Anak kecil, ya Anak lembut.
Syair: O Jesulein suss, o Jesulein mild, Jerman, 1650,
Terjemahan: Yamuger, 1981,
Lagu: Jerman (Koln), 1623
Makna Lagu Ya Anak Kecil
Lirik lagu ini menggambarkan Yesus sebagai sosok yang lembut, penuh kasih, dan rela merendahkan diri demi manusia. Walaupun berasal dari kemuliaan sorga, Dia datang ke dunia sebagai hamba yang sederhana. Pesan ini menunjukkan betapa besar kasih Tuhan: Yesus tidak datang dengan kemewahan atau kekuasaan, tetapi dengan kerendahan hati supaya bisa dekat dengan manusia. Nuansa lagunya terasa hangat dan menenangkan, seperti pelukan yang bikin hati adem.
Selain itu, lagu ini juga menekankan pengorbanan Yesus yang menebus dosa manusia dan membuka jalan untuk kembali dekat dengan Tuhan. Ada pesan pengharapan yang kuat di sini: di tengah luka, kesedihan, dan beban hidup, Yesus hadir membawa sukacita dan damai sebagai pengganti duka dunia. Jadi, lagu ini bukan cuma soal kelahiran Yesus, tapi juga tentang kasih yang menyelamatkan dan memberi arti baru dalam hidup.
Di bagian akhir, liriknya terasa sangat personal karena mengajak setiap orang untuk menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Ada kerinduan supaya hati manusia dipenuhi kasih dan tetap setia kepada-Nya. Kalau dibawa ke kehidupan sekarang, lagu ini seperti reminder bahwa di tengah dunia yang serba cepat dan kadang bikin kosong, kasih yang tulus dan damai sejati tetap bisa ditemukan saat dekat dengan Tuhan.