Lagu Benggong adalah lagu tradisional yang berasal dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lagu ini memiliki makna sejarah yang kuat karena menggambarkan penderitaan masyarakat pada masa perbudakan di abad ke-19. Melalui liriknya, lagu ini menceritakan kesedihan rakyat Manggarai yang harus berpisah dengan keluarga, orang tua, dan anak-anak akibat penjajahan.
Melalui liriknya lagu ini menggambarkan rasa sedih dan penderitaan masyarakat yang dipaksa meninggalkan sanak saudara untuk bekerja demi kepentingan penjajah. Walaupun memiliki tema yang penuh kesedihan, Benggong tetap dikenal sebagai lagu rakyat yang disukai oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Salah satu liriknya, seperti “Toe ita ende go ema go” yang berarti “tidak melihat ibu dan bapak,” menggambarkan kerinduan dan kesedihan anak-anak yang terpisah dari orang tua mereka.