Tak pernah terlintas di hati
Bahkan di saat sendiri
Aku tak pernah merasa sepi
Sampai akhirnya kusadari
Aku tak bisa terus begini
Aku harus berusaha
Tapi mulai dari mana
Sudah terlalu lama sendiri
Sudah terlalu lama aku asyik sendiri
Lama tak ada yang menemani rasanya
Sudah terlalu asyik sendiri
Sudah terlalu asyik dengan duniaku sendiri
Lama tak ada yang menemani rasanya
Teman-temanku berkata
Yang kau cari seperti apa
Ku hanya bisa tertawa
Nanti pasti ada waktunya
Walau jauh di lubuk hati
Aku tak bisa terus begini
Aku harus berusaha
Tapi mulai dari mana
Sudah terlalu lama sendiri
Sudah terlalu lama aku asyik sendiri
Lama tak ada yang menemani rasanya
Sudah terlalu asyik sendiri
Sudah terlalu asyik dengan duniaku sendiri
Lama tak ada yang menemani rasanya
Bukan tanpa nyali sadar aku begini
Apa yang di depan mata
Tak seperti yang engkau kira ah ah
Oh bahwa sesungguhnya pintu hati menunggu terbuka
Hu wo wo wo
Yeah
Sudah terlalu lama sendiri
Sudah terlalu lama aku asyik sendiri
Lama tak ada yang menemani rasanya
Sudah terlalu asyik sendiri
Sudah terlalu asyik dengan duniaku sendiri
Lama tak ada yang menemani rasanya
Hu-hu-hu
Hu-hu-hu hu-hu
Hu-hu-hu
Hu-hu-hu hu-hu
Hu-hu-hu
Hu-hu-hu hu-hu
Hu-hu-hu
Hu-hu-hu yeah
Makna Lagu '2025 Masih Asik Sendiri'
Lagu ini bercerita tentang seseorang yang begitu terbiasa hidup sendiri hingga ia lupa rasanya ditemani. Awalnya kesendirian tidak masalah bahkan terasa nyaman tetapi perlahan muncul kesadaran bahwa hidup terus berjalan dan dirinya tidak bisa selamanya terjebak dalam dunia sendiri. Ada kerinduan untuk berubah, namun ia bingung harus mulai dari mana karena sudah terlalu lama tenggelam dalam rutinitas dan kenyamanan kesendirian.
Di balik nada cerianya, tersimpan perasaan takut, ragu, dan keinginan untuk membuka hati kembali. Ia mendengar saran teman-teman, mencoba meyakinkan diri bahwa “nanti ada waktunya,” sambil mengakui bahwa tidak mudah keluar dari zona nyaman. Lagu ini pada akhirnya menggambarkan perjalanan pelan seseorang menuju keberanian untuk membuka hati setelah lama menutup diri, sambil berharap ada seseorang yang akhirnya datang menemani.