Lirik lagu ini main di ranah satire yang kocak tapi ngena. Intinya, lagu ini nyentil gaya hidup anak muda yang ngerasa masih “umur diskotik” alias doyan hura-hura, alkohol, dan hal-hal serba party, tapi efeknya bikin badan cepat 'menua' sebelum waktunya. Masih muda tapi sudah akrab sama apotek, kolesterol, antibiotik, sampai asam urat. Kontras ini dibikin lebay dan berulang-ulang buat nunjukin betapa nggak seimbangnya gaya hidup yang dijalanin.
Bagian 'mamamama mamamalu sama umur' sampai 'masih minta mama' juga jadi sindiran pedas soal mentalitas belum dewasa. Umur boleh nambah, tapi kemandirian mental dan finansial masih ketinggalan. Secara halus tapi nyeletuk, lagu ini kayak bilang: sudah berani hidup bebas, tapi tanggung jawab sama diri sendiri masih minim, bahkan buat hal sepele kayak makan atau jajan pun masih bergantung.
Secara keseluruhan, lagu ini bukan cuma lagu lucu dengan lirik absurd dan chant 'Ajeng' yang catchy. Di balik itu, ada kritik soal pola hidup hedon, nggak peduli kesehatan, dan sikap kekanak-kanakan yang kebawa sampai dewasa. Pesannya sederhana tapi nusuk: kalau kebiasaan buruk dipelihara dari muda, jangan heran kalau tua datang lebih cepat, baik di badan maupun di cara berpikir.