meski mendengar lagu yang biasa saja
wae yejeonboda deo dalkomhan geolkka
kenapa rasanya lebih manis dari sebelumnya?
jeongnyujang neoreul gidarineun sigando areumdawo
saat menunggu kamu, waktu terasa indah
barammajeo ‘syarallarara’ bureowa
sambil menyanyikan ‘syarallarara’ di bawah sinar matahari
nae sesangui ondoga dallajyeosseo
seluruh dunia terasa berwarna
uriga doen cheot jangmyeonbuteo
dari awal kita bertemu
neoui haruwa naui haruga
harimu dan hariku
gyeopchyeojindaneunge neomu nollawo
terasa begitu berharga
botongui haruga neoreul manna
hari-hari biasa ini bertemu denganmu
mungkeulhaejigo isseo
terasa seperti mimpi
kkum sogeuro ‘syarallara’ mul deureoga
di dalam mimpi, air mengalir ‘syarallara’
neon naeirui iyuga doeeojwosseo
kamu menjadi bagian dari ceritaku
uri durui cheot munjangbuteo
dari awal kita berdua
neoui haruwa naui haruga
harimu dan hariku
gyeopchyeojindaneunge neomu nollawo
terasa begitu berharga
botongui haruga neoreul manna
hari-hari biasa ini bertemu denganmu
mungkeulhaejigo isseo
terasa seperti mimpi
ireum eopdeon gamjeongdeuri
perasaan yang tak terucapkan
neoui son kkeuteseo kkaeeonan geol
terlepas dari ujung jarimu
jageun teumi isseo buranhan sigandeul
ada sedikit rasa di saat-saat sederhana
niga chaewojwoseo gomawo
terima kasih sudah menghangatkanku
saranghandaneun i jageun mari
kata cinta yang sederhana ini
keun uimiga doen ge neomu nollawo
terasa begitu berarti
pyeongbeomhaetdeon naega neoreul manna
saat aku bertemu denganmu yang tenang
teukbyeolhaejigo isseo
semua terasa istimewa
neoui haruwa naui haruga
harimu dan hariku
gyeopchyeojindaneunge neomu nollawo
terasa begitu berharga
botongui haruga neoreul manna
hari-hari biasa ini bertemu denganmu
mungkeulhaejigo isseo
terasa seperti mimpi