Sendirian di meja pojok,
She was watching me watching her.
Dia memperhatikan aku yang memperhatikannya.
I was singin' about an old flame burning,
Aku nyanyi tentang cinta lama yang membara,
She was hanging on to every word.
Dia mendengarkan setiap kata yang aku ucapkan.
I was pouring out my feelings,
Aku menuangkan semua perasaanku,
She was pouring out the wine.
Dia menuangkan anggur.
Through the smoke and the beer,
Di tengah asap dan bir,
It was perfectly clear,
Sangat jelas sekali,
That we were touching each other's minds.
Bahwa kita saling memahami satu sama lain.
Chorus:
It was love ten feet away.
Itu cinta yang hanya sepuluh kaki jauhnya.
Imagine her in my arms, with that look on her face.
Bayangkan dia di pelukanku, dengan ekspresi di wajahnya.
Lying somewhere in some shadowy place.
Berbaring di suatu tempat yang samar.
It was love just ten feet away.
Itu cinta yang hanya sepuluh kaki jauhnya.
I just knew my closing song would do it,
Aku tahu lagu penutupku pasti akan berhasil,
I knew that I was heaven bound.
Aku tahu aku sedang menuju surga.
I could tell she was moved, but before I was through.
Aku bisa lihat dia terharu, tapi sebelum aku selesai.
This stranger walked up and set down.
Seorang asing mendekat dan duduk.
He was trying his best to impress her,
Dia berusaha keras untuk mengesankan dia,
But she never took her eyes off me.
Tapi dia tidak pernah mengalihkan pandangannya dariku.
When he got up and left, I said to myself...
Ketika dia bangkit dan pergi, aku berkata pada diriku sendiri...
Woh-o-woh what a night this will be.
Woh-o-woh, malam ini pasti luar biasa.
Chorus: x2
Reff: x2