Pada dirimu
Yang kututupi sebagai teman
Terlalu lama ku mencintaimu dalam diam
Tak bisa apa-apa
Karena kau telah bersamanya
Dan hari ini kulihat kau menangis di depanku
Itu karena dia
Dia yang kau banggakan
Dia yang kau cinta
Terpukul hati ini ingin berteriak kepada dirimu
Seandainya ku bisa
Ingin aku katakan
Kekasih, harusnya kau memilihku
Bukan dia yang selalu
Membuatmu bersedih
Kau terluka, ku yang menangis
Tuhan, dosakah diriku
Merebut dia untukku?
Karena kamu tak pantas untuk terluka
Jika boleh, bahagiamu bersamaku
Dan hari ini kulihat kau menangis di depanku
Itu karena dia
Dia yang kau banggakan
Terpukul hati ini ingin berteriak kepadamu
Seandainya ku bisa
Ingin aku katakan
Kekasih, harusnya kau memilihku
Bukan dia yang selalu
Membuatmu bersedih
Kau terluka, ku yang menangis
Tuhan, dosakah diriku
Merebut dia untukku?
Karena kamu tak pantas untuk terluka, oh-oh
Oh-uh-oh, oh-oh
Tuhan, dosakah diriku merebut dia
Untukku?
Harusnya kau memilihku
Bukan dia yang selalu, oh
Membuatmu bersedih
Kau terluka, ku yang menangis
Tuhan, dosakah diriku
Merebut dia untukku?
Karena kamu tak pantas untuk terluka
Kau tak pantas terluka
Jika boleh, bahagiamu bersamaku
Makna di balik lagu 'Tak Pantas Terluka (Lagi)'
Lagu ini menceritakan seseorang yang sudah lama memendam cinta kepada sahabatnya sendiri. Ia memilih diam dan menyembunyikan perasaannya karena orang yang dicintainya sudah memiliki pasangan. Meski hanya bisa melihat dari jauh, ia tetap menyimpan harapan dan terus memperhatikan kebahagiaan serta kesedihan orang tersebut.
Konflik batin muncul ketika ia melihat orang yang dicintainya justru terluka karena pasangannya. Dalam hatinya, ia ingin berteriak bahwa dirinya bisa memberikan kebahagiaan yang lebih baik. Namun, ia juga merasa bersalah karena memiliki keinginan untuk “merebut” orang itu. Lagu ini menggambarkan cinta diam-diam yang tulus, penuh pengorbanan, tetapi juga dipenuhi rasa sedih karena tak bisa dimiliki.