Kau pergi saat tawa
Aku tempat mu pulang
Saat dunia tak ramah
Ku beri seluruh hati
Tanpa kau meminta
Tapi bagimu aku
Hanya pelarian saja
Sadis caramu
Lakukan itu
Bila aku tahu akan seperti ini
Tak kan mungkin aku berharap semua ini
Kau jadikan aku tempat mu berlari
Saat dia sakiti
Namun bodohnya aku tak sadari
Bukan hatiku yang ingin kau miliki
Tapi ragaku sebagai tempat kau menepi
Bila aku tahu akan seperti ini
Tak kan mungkin aku berharap lagi
Kau jadikan aku tempat mu berlari
Saat dia sakiti
Namun bodohnya aku tak sadari
Bukan hatiku yang ingin kau miliki
Tapi ragaku sebagai tempat kau menepi
Makna di balik lagu 'Pelarian'
Lagu ini menceritakan seseorang yang merasa dimanfaatkan dalam sebuah hubungan. Ia selalu ada untuk menemani dan menerima seseorang yang datang ketika sedang terluka atau memiliki masalah, tetapi ditinggalkan saat keadaan sudah membaik. Dengan tulus ia memberikan seluruh perhatian dan cinta, namun akhirnya sadar bahwa dirinya hanya dijadikan tempat singgah ketika dunia terasa tidak ramah bagi orang tersebut.
Rasa kecewa semakin dalam ketika ia menyadari bahwa cinta yang diberikannya tidak pernah benar-benar dihargai. Orang yang dicintainya ternyata tidak menginginkan hatinya, melainkan hanya menjadikannya pelarian dan tempat menenangkan diri saat tersakiti oleh orang lain. Lagu ini menggambarkan kesedihan karena berharap terlalu besar kepada seseorang yang ternyata tidak memiliki perasaan yang sama.