Hei nak, aku menantikan
You’re aiming backwards, of this I’m sure
Kau terus melihat ke belakang, aku yakin akan hal ini
Have you had enough? Are you feeling rough?
Apa kau sudah cukup? Apa kau merasa berat?
Does your skull hurt? Well if it’s war
Apa kepalamu sakit? Ya, jika ini perang
’Cause I’m taking back what’s mine, I am taking back the time
Karena aku mengambil kembali yang jadi milikku, aku mengambil kembali waktu
You may call it suicide, but I’m being born again - I’m waiting!
Kau bisa menyebutnya bunuh diri, tapi aku dilahirkan kembali - aku sedang menunggu!
I’m waiting
Aku sedang menunggu
Right here now, I’m waiting
Di sini dan sekarang, aku menunggu
For someone, or something
Untuk seseorang, atau sesuatu
to take me, to take me over
untuk membawaku, untuk mengambil alih diriku
Daaaaaaaaays, the days are forgotten
Haaaaari, hari-hari terlupakan
Now it’s all oveeeeeer, simply forgotten
Sekarang semuanya sudah berakhir, benar-benar terlupakan
How to disappear
Bagaimana cara menghilang
Home bred, I’ve got blood lust
Dibesarkan di rumah, aku punya nafsu darah
Feeding you bread crust, I leave no scar
Memberimu remah roti, aku tak meninggalkan bekas
You say I’m old hat, a fucking dirty rat
Kau bilang aku kuno, tikus kotor yang menyebalkan
Call me a cliché, how right you are
Sebut aku klise, betapa benar kau
’Cause I am with the vagabonds
Karena aku bersama para pengembara
I am righting all your wrongs
Aku memperbaiki semua kesalahanmu
You may call it suicide, but I’m being born again - I’m waiting!
Kau bisa menyebutnya bunuh diri, tapi aku dilahirkan kembali - aku sedang menunggu!
I’m waiting
Aku sedang menunggu
Right here now, I’m waiting
Di sini dan sekarang, aku menunggu
For someone, or something
Untuk seseorang, atau sesuatu
to take me, to take me over
untuk membawaku, untuk mengambil alih diriku
Uh.. uh!
Uh.. uh!
Days are forgotten, look how you treat ’em
Hari-hari terlupakan, lihat bagaimana kau memperlakukan mereka
Show your compassion, waitin to beat ’em
Tunjukkan empati, menunggu untuk mengalahkan mereka
Bomb in the station, waitin to meet ’em
Bom di stasiun, menunggu untuk bertemu mereka
Nineteen burglars, waitin to greet ’em
Sembilan belas pencuri, menunggu untuk menyambut mereka
Then come back again and take revenge
Lalu kembali lagi dan membalas dendam
or end the whole thing with a tip of a syringe
atau akhiri semuanya dengan ujung jarum suntik
Introverted outcast livin on the fringe
Pengucil introvert yang hidup di pinggiran
Chest poked out, it HURTS to pretend
Dada membusung, SAKIT untuk berpura-pura
Fallen and can’t get up
Terjatuh dan tak bisa bangkit
Buy a razor blade, find somethin to cut
Beli pisau cukur, cari sesuatu untuk dipotong
Half the man that he used to be
Setengah dari pria yang dulu dia
These are my cleats on your neck, get used to me
Inilah sepatu cleatku di lehermu, terbiasalah padaku
Self-denial is the world’s religion
Penolakan diri adalah agama dunia
Back to the pulpit, preachin to the rhythm
Kembali ke mimbar, berkhotbah sesuai irama
Ain’t fuckin around, takin back what’s mine
Tidak main-main, mengambil kembali yang jadi milikku
Days are forgotten, but not this time!
Hari-hari terlupakan, tapi tidak kali ini!
I saw something out there in the darkest star
Aku melihat sesuatu di luar sana di bintang tergelap
You were sat home, chewing on monkey brain..
Kau duduk di rumah, mengunyah otak monyet..
I am not here I’m just a silhouette
Aku tidak di sini, aku hanya siluet
You will never ever ever forget
Kau tidak akan pernah, pernah, pernah melupakan
I saw something out there in the darkest star
Aku melihat sesuatu di luar sana di bintang tergelap
You were sat home, chewing on monkey brain
Kau duduk di rumah, mengunyah otak monyet