Saat kau peluk erat tubuhku, sayang
Tunggu aku pulang, aku pasti datang
Menemuimu tersayang
Beranikan diri bertemu orang tuamu
Bicara baik dari hati ke hati
Restuilah kami, doakanlah kami
Jadi pasangan abadi
Tunggulah aku menjadi imam-mu
Dan tunggulah aku menjadi imam-mu
Dan akan ku lamar anakmu di tahun ini
Restui kami, doakan kami, jadi pasangan abadi
Dan akan kutanggung jawabi kebutuhannya
Lahir batinnya, jiwa raganya, agar ia bahagia dudududu
Beranikan diri bertemu orang tuamu
Bicara baik dari hati ke hati
Restuilah kami, doakanlah kami
Jadi pasangan abadi
Tunggulah aku menjadi imam-mu
Dan tunggulah aku menjadi imam-mu
Dan akan ku lamar anakmu di tahun ini
Restui kami, doakan kami, jadi pasangan abadi
Dan akan kutanggung jawabi kebutuhannya
Lahir batinnya, jiwa raganya, agar ia bahagia
(dan akan ku lamar anakmu di tahun ini
Restui kami, doakan kami, jadi pasangan abadi)
Dan akan kutanggung jawabi kebutuhannya
Lahir batinnya, jiwa raganya, agar ia bahagia dudududu
Makna Lagu Ijab Kabul
Lebih dari sekadar ungkapan cinta, lagu ini menggambarkan kesungguhan seseorang dalam mempersiapkan diri menjadi seorang suami. Ia ingin menjadi imam bagi pasangannya dan bertanggung jawab atas kebutuhan lahir maupun batinnya. Baginya, mencintai bukan hanya tentang memberikan perhatian dan kebahagiaan, tetapi juga tentang kesiapan berkomitmen, bertanggung jawab, dan menjaga pasangan dalam kehidupan rumah tangga. Intinya, lagu ini bercerita tentang cinta yang ingin dibuktikan melalui keseriusan, keberanian, dan niat untuk membangun masa depan bersama.




















