Lagu "It's Only Me" ini bercerita tentang cinta yang dipendam dalam waktu yang sangat lama. Sang penyanyi sudah menemani seseorang melewati berbagai momen kehidupan, selalu ada di sampingnya, tetapi perasaannya tidak pernah benar-benar disadari atau dibalas. Meski begitu, ia tetap memilih untuk bertahan dan memberikan kasih sayang tanpa mengharapkan imbalan. Ada rasa sedih karena cintanya berjalan sendirian, tetapi juga ada ketulusan yang membuatnya tetap setia berada di dekat orang tersebut.
Di bagian reff, lagu ini menunjukkan sosok yang rela menjadi tempat bersandar kapan pun dibutuhkan. Ia sadar dirinya mungkin bukan orang yang dipilih atau dicintai, tetapi ia yakin akan selalu menjadi orang pertama yang datang saat orang itu sedang terpuruk. Kalimat "I will always be the one who pull you up when everybody push you down" menggambarkan cinta yang tidak hanya soal memiliki, melainkan juga soal mendukung dan menjaga seseorang bahkan ketika dunia sedang tidak berpihak padanya.
Secara keseluruhan, lagu ini punya makna tentang cinta sepihak yang tulus dan tanpa syarat. Bukan tentang memaksa untuk dicintai balik, melainkan tentang tetap hadir, peduli, dan berharap suatu hari perasaan itu bisa dipahami. Ada nuansa pasrah, tetapi bukan menyerah. Sang penyanyi menerima kenyataan bahwa dirinya mungkin tidak akan pernah menjadi pilihan utama, namun ia tetap ingin menjadi orang yang selalu bisa diandalkan. Itulah yang membuat lagu ini terasa manis sekaligus menyakitkan, karena menggambarkan perasaan mencintai seseorang lebih besar daripada kesempatan untuk memilikinya.