Lirik lagu ini ngangkat perasaan jatuh cinta yang campur aduk antara deg-degan, berharap, tapi juga penuh tanda tanya. Si tokoh "aku" lagi ada di fase overthinking karena sikap orang yang dia suka terasa abu-abu. Kata "forever" bikin kepala muter, tapi di sisi lain balasan chat yang cuma centang atau tiga titik bikin hati makin nebak-nebak. Meski begitu, dia cukup dewasa buat bilang kalau butuh waktu, ya silakan, asal jujur. Intinya, dia paham tapi tetap berharap.
Lagu ini juga nunjukin rasa kangen yang intens dan ketertarikan yang nggak bisa ditahan. Pikiran ke mana-mana, susah fokus, dan yang ada cuma nunggu hari buat ketemu lagi. Perasaan ini bikin si tokoh jadi "all in", lemah, dan kebawa suasana, tapi dengan cara yang manis, bukan posesif. Ada dorongan buat lebih dekat, bukan sekadar teman, tapi juga masih dibungkus dengan rasa hormat dan kesabaran.
Secara keseluruhan, makna lagu ini relatable banget buat siapa pun yang pernah ada di situasi PDKT atau hubungan nggak jelas tapi penuh rasa. Tentang cinta yang bikin baper, bikin nunggu, bikin mikir berlebihan, tapi juga bikin semangat karena ada harapan. Meski belum pasti arahnya ke mana, yang jelas perasaan itu nyata dan lagi dinikmati sepenuh hati.