Air mata tersembunyi di dalam hatiku
sumgigo chueokdeureun jiwobeoryeoyo
Kenangan-kenangan mulai memudar
kkeutnae mosdahal inyeon yeogiseo
Takdir kita yang belum selesai
meomchwodwoyo geuriwo
Terhenti di sini, terasa menyedihkan
nunmullo sanda haedo uri
Bahkan jika kita hidup dalam air mata kerinduan
heuteojineun baramgataseo
Seperti angin yang berhamburan
chajeuryeo haedo
Aku mencoba mencarinya
chajeul su eopsneun gil gataseo
Tapi itu seperti jalan yang tak terjangkau
meoreojineun inyeoneun
Takdir yang menjauh ini
jabeul suga eopseoseo
Tak bisa kupegang lagi
geudaereul bonaeneun maeum
Jadi hatiku melepaskanmu
haega jimyeon sarajil
Saat matahari terbenam
geudaeraseo maeumkkeot nune dameuryeo hae
Kau akan menghilang, jadi aku akan menempatkanmu di mataku
eodumi naeryeoomyeon ijeoya haneun saram
Saat kegelapan datang, aku harus melupakanmu
idaero tteona bonaeya haneungeojyo
Aku perlu melepaskanmu seperti ini
heuteojineun baramgataseo
Seperti angin yang berhamburan
chajeuryeo haedo chajeul su
Aku mencoba mencarinya, tetapi tak bisa
eopsneun gil gataseo
Seperti jalan yang tak terjangkau
meoreojineun inyeoneun
Takdir yang menjauh ini
jabeul suga eopseoseo
Tak bisa kupegang lagi
geudaereul bonaeneun maeum
Jadi hatiku melepaskanmu
geudae nal doraseoseo tteonaneun
Dengan jejakmu yang meninggalkanku
balgeoreume chamawassdeon
Air mata yang kutahan, kini tumpah
nunmuri heulleonaeryeo
Seperti kelopak bunga yang jatuh
tteoreojineun kkoccipgataseo
Aku merindukanmu
gayeoun saram
Karena kita perlu mengakhiri ini seperti ini
idaero kkeutnaeyamanhaeseo
Agar kita bisa menyelesaikannya dengan cara ini
eonjenga uri dasi mannaneun
Ketika kita bertemu lagi suatu hari nanti
nari omyeon geuttaen heeojiji mayo
Mari kita tak pernah mengucapkan selamat tinggal