Bertahun-tahun yang lalu, di masa kecilku, aku biasa bermain sampai malam tiba
Still winding down that old familiar pathway I hear my mother call at setting sun
Masih melintasi jalan setapak yang familiar, aku mendengar suara ibuku memanggil saat matahari terbenam
Come home come home it's suppertime the shadows lengthen fast
Pulangkan diri, pulanglah, waktunya makan malam, bayangan semakin panjang
Come home come home it's suppertime we're going home at last
Pulangkan diri, pulanglah, waktunya makan malam, kita akhirnya pulang
Some of the fondest mem'ries of my childhood are woven around suppertime
Beberapa kenangan terindah masa kecilku terjalin di sekitar waktu makan malam
When mother used to call from the backsteps of the old homeplace
Saat ibu biasa memanggil dari tangga belakang rumah tua
Come on home now son it's suppertime my how I'd love to hear that once again
Ayo pulang, nak, waktunya makan malam, betapa aku ingin mendengarnya lagi
But you know time has woven for me a realization of truth that's even more thrilling
Tapi kau tahu, waktu telah mengajarkan padaku sebuah kebenaran yang lebih mendebarkan
That someday we'll be called up to gather around the suppertable up there
Bahwa suatu hari kita akan dipanggil untuk berkumpul di meja makan malam di sana
For the greatest suppertime of them all with our Lord
Untuk waktu makan malam terbesar dari semuanya bersama Tuhan kita
I can almost hear the call now comin' from the portals of heaven
Aku hampir bisa mendengar panggilan itu sekarang datang dari gerbang surga
Come home son it's suppertime come on home
Pulanglah nak, waktunya makan malam, ayo pulang
Come home come home...
Pulanglah, pulanglah...