tahun-tahun berlalu perlahan, Lorena,
the snow is on the grass again;
salju kembali menutupi rumput;
the sun's low down the sky, lorena,
matahari sudah rendah di langit, Lorena,
the frost gleams where the flowers have been.
embun beku bersinar di tempat bunga-bunga tumbuh.
but my heart beats on as warmly now,
tapi hatiku tetap berdegup hangat sekarang,
as when the summer days were nigh;
seperti saat hari-hari musim panas mendekat;
the sun can never dip so low,
matahari takkan pernah merunduk sejauh ini,
or down affections cloudless sky.
atau menurunkan langit perasaan yang cerah.
a hundred months have passed, lorena,
seratus bulan telah berlalu, Lorena,
since last i held that hand in mine,
sejak terakhir kali aku menggenggam tanganmu,
and felt the pulse beat fast, lorena,
dan merasakan detak jantungmu yang cepat, Lorena,
though mine beat faster far than thine.
meski detakku berdegup jauh lebih cepat dari milikmu.
a hundred months, 'twas flowery may,
seratus bulan, itu adalah bulan Mei yang berbunga,
when up the hilly slope we climbed,
ketika kita mendaki lereng berbukit,
to watch the dying of the day,
untuk menyaksikan hari yang semakin redup,
and hear the distant church bells chime.
dan mendengar lonceng gereja yang jauh berdentang.
we loved each other then, lorena,
kita saling mencintai saat itu, Lorena,
more than we ever dared to tell;
lebih dari yang pernah kita berani ungkapkan;
and what we might have been, lorena,
dan apa yang mungkin kita jadi, Lorena,
had but our lovings prospered well.
jika cinta kita bisa berkembang dengan baik.
but then, 'tis past, the years are gone,
tapi itu sudah berlalu, tahun-tahun telah pergi,
i'll not call up their shadowy forms;
aku takkan mengingat bayang-bayang itu;
i'll say to them, "lost years, sleep on!
aku akan berkata pada mereka, "tahun-tahun yang hilang, tidurlah!
sleep on! nor heed life's pelting storms."
tidurlah! jangan hiraukan badai kehidupan."
the story of that past, lorena,
kisah masa lalu itu, Lorena,
alas! i care not to repeat,
sayangnya! aku tak ingin mengulang,
the hopes that could not last, lorena,
harapan yang tak bisa bertahan, Lorena,
they lived, but only lived to cheat.
mereka ada, tapi hanya untuk menipu.
i would not cause e'en one regret
aku tak ingin menimbulkan satu penyesalan pun
to rankle in your bosom now;
yang mengganjal di hatimu sekarang;
for "if we try, we may forget,"
karena "jika kita berusaha, kita mungkin bisa melupakan,"
were words of thine long years ago.
adalah kata-katamu bertahun-tahun yang lalu.
yes, these were words of thine, lorena,
ya, ini adalah kata-katamu, Lorena,
they burn within my memory yet;
mereka membakar ingatanku hingga kini;
they touched some tender chords, lorena,
mereka menyentuh nada-nada lembut, Lorena,
which thrill and tremble with regret.
yang menggugah dan bergetar dengan penyesalan.
'twas not thy woman's heart that spoke;
bukan hatimu yang berbicara;
thy heart was always true to me:
hatimu selalu setia padaku:
a duty, stern and pressing, broke
sebuah kewajiban yang keras dan mendesak memutuskan
the tie which linked my soul with thee.
ikatan yang menghubungkan jiwaku denganmu.
it matters little now, lorena,
sekarang itu tak berarti banyak, Lorena,
the past is in the eternal past;
masa lalu ada di masa lalu yang abadi;
our heads will soon lie low, lorena,
kepala kita akan segera terkulai, Lorena,
life's tide is ebbing out so fast.
gelombang kehidupan surut dengan cepat.
there is a future! o, thank god!
ada masa depan! oh, terima kasih Tuhan!
of life this is so small a part!
dari kehidupan, ini hanyalah bagian kecil!
'tis dust to dust beneath the sod;
itu adalah debu kembali ke debu di bawah tanah;
but there, up there, 'tis heart to heart.
tapi di sana, di atas sana, itu adalah hati ke hati.