Istri, namun seperti sebelumnya, setiap hari membengkokkan sebatang willow
Istri, seperti biasa, setiap hari membengkokkan ranting willow
Di mana kamu?
Kamu di mana?
Di tepi aliran kecil di luar desa
Di pinggir aliran kecil di luar desa
Diam-diam menunggu aku
Menunggu aku dengan tenang
Istri, namun seperti sebelumnya, setiap hari membengkokkan sebatang willow
Istri, seperti biasa, setiap hari membengkokkan ranting willow
Di mana kamu?
Kamu di mana?
Di tepi aliran kecil desa
Di pinggir aliran kecil desa
Diam-diam menunggu aku
Menunggu aku dengan tenang
Istri
Sebuah pot anggur yang baik
Sebuah kendi anggur yang enak
Dan berikan aku semangkuk bubur panas
Dan kasih aku semangkuk bubur hangat
Padukan dengan beberapa pon daging sapi
Cocokkan dengan beberapa potong daging sapi
Kujawab kepada pelayan toko
Kujawab ke pelayan restoran
Apakah tiga keping perak cukup?
Apakah tiga keping perak sudah cukup?
Pemandangan memasuki musim gugur
Pemandangan memasuki musim gugur
Pasir kuning tak berbatas melintas
Pasir kuning tak berbatas berlalu
Penginapan di utara penuh orang
Penginapan di utara ramai dengan orang
Apakah ada rumput pakan?
Apakah ada rumput pakan?
Anak kuda saya sedikit kurus
Anak kuda saya agak kurus
Melihat urusan kehidupan manusia
Melihat seluk-beluk kehidupan manusia
Di sungai dan danau, pasang surut datang dan pergi
Di sungai dan danau, ombak datang dan pergi
Apa rasa syukur dan dendam serta kesalahan
Apa rasa syukur, dendam, dan kesalahan
Di banyak tahun kemudian
Bertahun-tahun kemudian
Masih membuat orang merasa sedih
Masih membuat orang merasa sedih
Hati mengeluarkan rasa sakit
Hati ini terluka
Istri, dia sedang menunggu aku di Jiangnan
Istri, dia menunggu aku di Jiangnan
Air mata tak dapat terhapus
Air mata tak bisa dihapus
Kata-kata terdiam
Kata-kata terdiam
Istri, namun seperti sebelumnya, setiap hari membengkokkan sebatang willow
Istri, seperti biasa, setiap hari membengkokkan ranting willow
Di tepi aliran kecil di desa
Di pinggir aliran kecil di desa
Begitu tenang menunggu aku
Begitu tenang menunggu aku
Ayah dan ibuku di kampung halaman sudah mulai beruban
Ayah dan ibuku di kampung sudah mulai tua
Istri, aku berutang terlalu banyak padamu
Istri, aku berutang banyak padamu
Di ujung langit
Di ujung langit
Wajah, penuh luka dan kesepian
Wajah ini, penuh bekas dan kesepian
Aku yang dekat dengan kesederhanaan dan cinta yang pemalu
Aku yang sederhana dan pemalu
Rindu kasih sayang, maka aku kirimkan kacang merah
Rindu kasih sayang, aku kirimkan kacang merah
Rindu kasih sayang, maka aku kirimkan kacang merah
Rindu kasih sayang, aku kirimkan kacang merah
Tak bisa berbuat banyak dalam hidup mengembara di lautan manusia
Tak bisa banyak berbuat di tengah keramaian
Hati mengeluarkan rasa sakit
Hati ini terluka
Istri, dia sedang menunggu aku di Jiangnan
Istri, dia menunggu aku di Jiangnan
Air mata tak dapat terhapus
Air mata tak bisa dihapus
Kata-kata terdiam
Kata-kata terdiam