Basah kuyup sampai ke tulang, dua jam lagi, dia akan pulang.
Wash off her tattoos, take a shower.
Mencuci tato-tatonya, mandi.
Transpiration, frustration, scares me.
Keringat, frustrasi, bikin aku ngeri.
Rock on Rock on
Terus bergoyang, terus bergoyang.
What is she on, benzedrine?
Dia lagi pakai apa, benzedrine?
Have you seen?
Kamu sudah lihat?
Suburban elite. Daddy's girl.
Elit pinggiran kota. Anak papa.
She drives German, now she's learning to kiss French.
Dia nyetir mobil Jerman, sekarang belajar ciuman ala Prancis.
She's every dweeb's goddess, Debbie!
Dia adalah dewi para nerd, Debbie!
She just wants to rock on.
Dia cuma mau terus bergoyang.
She just needs to jump up.
Dia cuma butuh loncat.
She just wants to rock on!
Dia cuma mau terus bergoyang!
You said I'm a loser, that's ok.
Kamu bilang aku pecundang, itu nggak masalah.
Won't play in hardcore bands for all of my life...NOT
Nggak akan main di band hardcore seumur hidupku...TIDAK.
And if you leave me, I won't cry.
Dan kalau kamu pergi, aku nggak akan nangis.
Five knuckles shuffle Debbie, right on.
Pukulan lima jari, Debbie, mantap.
The disco keeps playing her song.
Disco terus muterin lagunya.
She just wants to rock on.
Dia cuma mau terus bergoyang.
She just needs to jump up.
Dia cuma butuh loncat.
She just wants to rock on!
Dia cuma mau terus bergoyang!
Chorus (she ain't cool, she ain't rad, Debbie she is such a spaz).
(Dia nggak keren, dia nggak asyik, Debbie dia memang konyol).