Namanya tertulis di sebuah foto,
Right next to her red, sunburnt face,
Tepat di samping wajahnya yang kemerahan, terbakar matahari,
It all had happened in that long tall grass,
Semua itu terjadi di rumput tinggi yang panjang,
About a mile from her old place,
Sekitar satu mil dari tempat lamanya,
And I can't remember how it started and if it lasted that day in the sun.
Dan aku tidak ingat bagaimana semuanya dimulai atau apakah itu bertahan di hari yang cerah itu.
We said that we were going to study hard,
Kami bilang bahwa kami akan belajar dengan giat,
We held our books instead of hands,
Kami memegang buku alih-alih tangan,
She held a blanket over cans of beer,
Dia menahan selimut di atas kaleng bir,
I can't deny I was so full of fear.
Aku tak bisa menyangkal, aku sangat ketakutan.
It's just another story caught up in another photograph I found.
Ini hanya cerita lain yang terjebak dalam foto lain yang kutemukan.
And it seems like another person lived that life a great many years ago from now,
Dan sepertinya orang lain yang menjalani hidup itu bertahun-tahun yang lalu.
When I look back on my ordinary, ordinary life,
Ketika aku melihat kembali hidupku yang biasa-biasa saja,
I see so much magic, though I missed it at the time.
Aku melihat begitu banyak keajaiban, meski saat itu aku melewatkannya.
When I look back on my ordinary ordinary, ordinary life,
Ketika aku melihat kembali hidupku yang biasa-biasa saja,
I see so much magic, though I missed it at the time.
Aku melihat begitu banyak keajaiban, meski saat itu aku melewatkannya.
And there's the first time that I tried that stuff,
Dan ada saat pertama kali aku mencoba barang itu,
I think I look a little green,
Aku rasa aku terlihat sedikit mual,
I remember throwing up behind a bush,
Aku ingat muntah di belakang semak,
And I found it hard to use my feet,
Dan aku kesulitan untuk menggunakan kakiku,
And who's that easily led little boy who's really off his head?
Dan siapa bocah kecil yang mudah dipengaruhi itu yang benar-benar mabuk?
It was the same night that I kissed that girl,
Itu adalah malam yang sama ketika aku mencium gadis itu,
The tall one with the auburn hair,
Yang tinggi dengan rambut merah kecoklatan,
I remember laughing coz to kiss me,
Aku ingat tertawa karena untuk menciumku,
She had to sit down on a chair!
Dia harus duduk di kursi!
She tasted like the schnapps she'd drunk,
Dia terasa seperti schnapps yang dia minum,
And the cigarette she'd stolen from her mum.
Dan rokok yang dia curi dari ibunya.
And it's just another story caught up in another photograph I found.
Dan ini hanya cerita lain yang terjebak dalam foto lain yang kutemukan.
When I look back on my ordinary, ordinary life,
Ketika aku melihat kembali hidupku yang biasa-biasa saja,
I see so much magic, though I missed it at the time.
Aku melihat begitu banyak keajaiban, meski saat itu aku melewatkannya.
When I look back on my ordinary ordinary, ordinary life,
Ketika aku melihat kembali hidupku yang biasa-biasa saja,
I see so much magic, though I missed it at the time.
Aku melihat begitu banyak keajaiban, meski saat itu aku melewatkannya.