Billy pergi hari ini (gak tahu mau kemana).
Holds his head in disgrace (he can't escape the truth).
Dia menundukkan kepala dengan malu (dia tak bisa lari dari kenyataan).
He knows the price that he's paid.
Dia tahu harga yang harus dibayarnya.
He admits that it's too late to admit that he's afraid.
Dia mengakui sudah terlambat untuk mengakui bahwa dia takut.
Tomorrow comes. Sorrow becomes his soul mate.
Besok datang. Kesedihan jadi teman sejatinya.
The damage is done. The prodigal son is too late.
Kerusakan sudah terjadi. Anak yang hilang sudah terlambat.
Old doors are closed but he's always open,
Pintu-pintu lama tertutup tapi dia selalu terbuka,
To relive time in his mind.
Untuk mengulang waktu dalam pikirannya.
Oh Billy.
Oh Billy.
Billy's leaving today (don't know where he's going).
Billy pergi hari ini (gak tahu mau kemana).
He's got lines on his face (they tell the story of his pain).
Dia punya kerutan di wajahnya (itu menggambarkan cerita rasa sakitnya).
He accepts it's his fate.
Dia menerima ini adalah takdirnya.
He admits it took too long to admit that he was wrong.
Dia mengakui butuh waktu terlalu lama untuk mengakui bahwa dia salah.
Tomorrow comes. Sorrow becomes his soul mate.
Besok datang. Kesedihan jadi teman sejatinya.
The damage is done. The prodigal son is too late.
Kerusakan sudah terjadi. Anak yang hilang sudah terlambat.
Old doors are closed but he's always open,
Pintu-pintu lama tertutup tapi dia selalu terbuka,
To relive time in his mind.
Untuk mengulang waktu dalam pikirannya.
Oh Billy.
Oh Billy.
Once he was a lover sleeping with another.
Dulu dia adalah seorang kekasih yang tidur dengan orang lain.
Now he's just known as a cheat.
Sekarang dia hanya dikenal sebagai pengkhianat.
And he wish he'd had a mirror; looked a little clearer.
Dan dia berharap punya cermin; melihat dengan lebih jelas.
Seen into the eyes of the weak.
Melihat ke dalam mata yang lemah.
Tomorrow comes. Sorrow becomes his soul mate.
Besok datang. Kesedihan jadi teman sejatinya.
The damage is done. The prodigal son is too late.
Kerusakan sudah terjadi. Anak yang hilang sudah terlambat.
Old doors are closed but he's always open,
Pintu-pintu lama tertutup tapi dia selalu terbuka,
To relive time in his mind.
Untuk mengulang waktu dalam pikirannya.
Oh Billy.
Oh Billy.