Inna datang dari Meksiko
She tried to find a job
Dia mencoba mencari pekerjaan
Figured she’d work on rich girls’ nails
Dia pikir dia bisa kerja di kuku cewek-cewek kaya
That couldn’t be so hard
Itu pasti nggak terlalu sulit
Inna’s got a twelve year old
Inna punya anak perempuan yang berusia dua belas tahun
And she dies inside
Dan dia merasa hancur di dalam
She can’t clear the picture from her eyes
Dia nggak bisa menghilangkan bayangan itu dari matanya
Of leaving that little girl behind
Meninggalkan gadis kecil itu di belakang
But she’s gonna find a daddy here
Tapi dia akan mencari sosok ayah di sini
And her girl’s gonna come here too
Dan anaknya juga akan datang ke sini
But just like every other dream so far
Tapi seperti mimpi-mimpi lainnya sejauh ini
She knows that one probably won’t come true
Dia tahu bahwa yang ini mungkin tidak akan terwujud
And you can see it in her smile looking at her eyes
Dan kamu bisa melihatnya di senyumnya saat melihat matanya
Yeah that’s right, she keeps her smile when she’s about to cry
Iya, benar, dia tetap tersenyum meski hampir menangis
I think she knows the truth but she whispers faith
Aku rasa dia tahu kebenarannya tapi dia berbisik harapan
Inna’s friends back home think she’s got it made
Teman-teman Inna di rumah pikir dia sudah sukses
Every week she sends some money home
Setiap minggu dia kirim uang ke rumah
Says things here are going well
Dia bilang semuanya baik-baik saja di sini
She doesn’t let the tears touch the page
Dia nggak membiarkan air mata mengotori suratnya
And stain the letter all to hell
Dan mengotori suratnya jadi berantakan
I met Inna at a grocery store
Aku bertemu Inna di toko kelontong
We were waiting in line
Kami sedang antri
I asked her who the Barbie doll was for
Aku tanya dia, Barbie itu untuk siapa
You’d thought that I had asked her who died
Kamu pasti pikir aku tanya siapa yang meninggal
I started to apologize
Aku mulai minta maaf
I was just trying to kill some time
Aku cuma mencoba menghabiskan waktu
I still can’t keep Inna from my mind
Aku masih nggak bisa melupakan Inna
But I will never look behind
Tapi aku tidak akan pernah melihat ke belakang
‘Cause I can see it in her smile looking at her eyes
Karena aku bisa melihatnya di senyumnya saat melihat matanya
Yeah that’s right, she keeps her smile when she’s about to cry
Iya, benar, dia tetap tersenyum meski hampir menangis
I think she knows the truth but she whispers faith
Aku rasa dia tahu kebenarannya tapi dia berbisik harapan
Inna’s friends back home – they think she’s got it made
Teman-teman Inna di rumah – mereka pikir dia sudah sukses