Lirik ini unik banget karena ceritanya dibawain secara mundur, dari kematian sampai ke kelahiran. J. Cole ngebayangin hidupnya kayak diputar reverse. Dia mulai dari momen pemakamannya sendiri, terus mundur ke masa tua, masa sukses, masa jatuh bangun karier, sampai akhirnya balik ke masa kecil dan lahir. Ini ngasih pesan kalau hidup itu cuma perjalanan sementara, dan semua yang kita bangun, termasuk fame dan uang, pada akhirnya bakal balik ke nol lagi.
Di tengah perjalanan mundur itu, dia juga nunjukin pengorbanan yang harus dia bayar buat sukses. Mulai dari hubungan rumah tangga yang hancur, gaya hidup liar, sampai stres karena karier. Ada rasa penyesalan tersirat, kayak dia sadar kesuksesan kadang bikin dia kehilangan hal yang lebih penting, misalnya keluarga dan cinta. Ini realita yang sering dialami orang yang terlalu fokus ngejar mimpi.
Makna besarnya, lagu ini kayak pengingat kalau hidup itu rapuh dan cepat banget berlalu. Semua kejayaan, masalah, dan ambisi cuma fase yang nantinya bakal selesai. Jadi secara nggak langsung, J. Cole ngajak kita buat refleksi: apa yang kita kejar sekarang, dan apakah itu benar-benar sepadan sama hal yang mungkin kita korbankan.