Tetaplah wangi dicium wangi
Kalau berbudi (Kalau berbudi)
Baiknya budi (Baiknya budi)
Tulusnya akan dikenang-kenang
Kalau berkasih (Kalau berkasih)
Berkasih hati (Berkasih hati)
Orang dikenang malas menyayang
Asalnya tebu menjadi gula
Gula terasa manis di lidah
Kalau kakanda (Kalau kakanda)
Cinta adinda (Cinta adinda)
Tunjukkan dulu cara bercinta
Dinda terima (Dinda terima)
Atau tiada (Atau tiada)
Tergantung kanda maunya apa
Tergantung kanda maunya apa
Tiadakan batu (Tiadakan bantu)
Tiadakan batu (Tiadakan batu) jadi permata
Aku takkan mau (Aku takkan mau)
Aku takkan mau (Aku takkan mau)
Aku takkan mau korban bercinta
Takkan ada madu, takkan ada madu
Bila tak lebah
Yang kutunggu-tunggu, yang kutunggu-tunggu
Yang kutunggu-tunggu, pria yang setia
Jangan (Jangan, jangan, jangan...)
Engkau bersumpah demi Al-Quran atau sajadah
Cinta tak jadi malah berdosa
Asalnya tebu menjadi gula
Gula terasa manis di lidah
Kalau kakanda (Kalau kakanda)
Cinta adinda (Kasih adinda)
Tunjukkan dulu cara bercinta
Dinda terima (Dinda terima)
Atau tiada (Atau tiada)
Tergantung kanda maunya apa
Tergantung kanda maunya apa
Tiadakan batu (Tiadakan bantu)
Tiadakan batu (Tiadakan batu) jadi permata
Aku takkan mau (Aku takkan mau)
Aku takkan mau (Aku takkan mau)
Aku takkan mau korban bercinta
Takkan ada madu, takkan ada madu
Bila tak lebah
Yang kutunggu-tunggu, yang kutunggu-tunggu
Yang kutunggu-tunggu, pria yang setia
Jangan (Jangan, jangan, jangan...)
Engkau bersumpah demi Al-Quran atau sajadah
Cinta tak jadi malah berdosa
Cinta tak jadi malah berdosa
Makna Lagu Wangi
Lagu Wangi dari Iyeth Bustami ini punya makna tentang pentingnya ketulusan dan nilai diri dalam cinta. Dari awal, liriknya pakai perumpamaan "kenanga yang tetap wangi walau layu" ini menggambarkan bahwa orang yang punya budi baik dan hati tulus akan selalu dikenang, walaupun waktu berlalu. Jadi, bukan soal penampilan atau hal luar, tapi lebih ke sikap dan ketulusan yang bikin seseorang berharga.
Di bagian tengah, lagu ini mulai menekankan soal hubungan cinta yang harus dibuktikan, bukan cuma diomongin. Kalau memang sayang, ya harus ditunjukkan lewat sikap, bukan sekadar janji manis. Bahkan ada pesan tegas kalau si penyanyi nggak mau jadi "korban cinta" dia nggak mau disakiti atau dipermainkan. Cinta itu harus jelas arahnya, ada keseriusan, dan saling menghargai.
Intinya, lagu ini ngajarin kalau cinta yang sehat itu butuh bukti, ketulusan, dan kesetiaan, bukan cuma kata-kata atau sumpah. Jangan asal janji apalagi sampai bawa-bawa hal sakral kalau nggak bisa ditepati. Lebih baik sederhana tapi nyata, daripada manis di awal tapi ujungnya nyakitin.