Lagu Melayu
Pelipur hati
Pelipur lara
Cahaya manis kilau gemilau
Di Kampung Tapir indah menawan
Aku bernyanyi berzapin riang
Moga hadirin aduhai sayang
Jadi terkesan
Kembanglah goyang atas kepala
Lipatlah tangan sanggul dipadu
Kita berdendang bersuka riaL
lagulah zapin aduhai sayang
Rentak Melayu
Laksamana raja di laut
Bersemayam di Bukit Batu
Ahai hati siapa
Ahai tak terpaut
Mendengar lagu zapin Melayu
Membawa tepak hantaran belanja
Bertakhta Perak indah berseri
Kami bertandang mewujud budaya
Tidak Melayu aduhai sayang
Hilang dibumi
Peting lah gambus sayang lantang berbunyi
Disambut dengan tingkah meruas
Saya menanyi sampai di sini
Mudah-mudahan hadirin semua menjadi puas
(Repeat 2X)
Laksamana raja di laut
Bersemayam di Bukit Batu
Ahai hati siapa
Ahai tak terpaut
Mendengar lagu zapin Melayu
Makna Lagu Laksamana Raja di Laut
Lagu ini menggambarkan kegembiraan dalam melestarikan budaya Melayu melalui musik dan tarian zapin. Zapin diposisikan sebagai hiburan yang bisa menjadi pelipur hati sekaligus mempererat kebersamaan. Liriknya mengajak para hadirin untuk menikmati irama Melayu dengan bernyanyi, menari, dan bersuka ria, sambil memperkenalkan suasana serta budaya yang ada di Kampung Tapir.
Selain sebagai hiburan, lagu ini juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga budaya Melayu agar tidak hilang ditelan zaman. Kehadiran gambus, tepak hantaran, gerakan zapin, dan berbagai unsur tradisi menjadi gambaran bahwa budaya perlu terus dibawa dan dikenalkan kepada orang lain. Jadi, makna lagu ini adalah rasa bangga terhadap budaya Melayu dan ajakan untuk terus melestarikan tradisi melalui musik, tarian, dan kebersamaan.