Lirik Here In After (Terjemahan) - Immolation
X
Tips Pencarian Lirik Favorit Anda
Anda Mengetahui Judul dan Nama Penyanyi
- Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
- bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
- dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.
Anda Tidak mengetahui Judul Lagu, Tetapi Mengetahui Nama Penyanyi
- Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
- klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.
Anda Tidak Mengetahui Judul Lagu, Tetapi mengetahui Syair
- Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
Tanpamu tiada berarti
Tak mampu lagi berdiri
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekapan tanganmu - Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
- Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.
TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI
- Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
- Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
Alone
Sendirian
Without warmth
Tanpa kehangatan
Without light
Tanpa cahaya
But how do I see in this darkness
Tapi bagaimana aku bisa melihat dalam kegelapan ini
Death feeds upon me
Kematian menggerogoti diriku
The condemned under my feet
Yang terkutuk di bawah kakiku
Eternity has passed us by
Keabadian telah berlalu dari kita
Everyone is here
Semua orang ada di sini
The ones I've loved and hated
Mereka yang aku cintai dan benci
All of us in pain... together
Kita semua menderita... bersama-sama
In a timeless void of anguish
Dalam kekosongan tanpa waktu yang penuh penderitaan
Where sorrow is like breathing
Di mana kesedihan seperti bernapas
and with every breath I hurt more and more
Dan dengan setiap napas, aku semakin terluka
The fallen and trampled
Yang jatuh dan terinjak
Damned to spend eternity here
Dikutuk untuk menghabiskan keabadian di sini
Constant burning souls
Jiwa yang terus terbakar
In a sea of writhing flesh
Dalam lautan daging yang meronta
Endless plains
Padang yang tak berujung
Of sin and deprivation
Dari dosa dan kekurangan
Those of wealth and might, of humble and weak
Mereka yang kaya dan kuat, yang rendah hati dan lemah
Those who gave way to uphold God's will
Mereka yang mengalah untuk menegakkan kehendak Tuhan
He who has conquered and he who has failed
Dia yang telah menang dan dia yang telah gagal
The wicked and the holy in utter desolation
Yang jahat dan yang suci dalam kehampaan total
In this absence of being, misery consumes
Dalam ketidakadaan ini, penderitaan menghabiskan
Existing not living, I am dead yet I feel in total seclusion
Ada tapi tidak hidup, aku mati namun merasakan kesendirian total
I am left to ponder the empty promises of your shallow God
Aku terpaksa merenungkan janji kosong Tuhanmu yang dangkal
The sounds of anguish... so loud
Suara penderitaan... begitu nyaring
Their sobbing... like thunder
Tangisan mereka... seperti guntur
Pierces through me... and crushed me
Menembus diriku... dan menghancurkanku
Again... and again... and again
Sekali lagi... dan sekali lagi... dan sekali lagi
So vast this pain
Begitu luas rasa sakit ini
More unbearable it becomes
Semakin tak tertahankan rasanya
With every passing moment
Dengan setiap detik yang berlalu
I pray for an end
Aku berdoa untuk sebuah akhir
In a timeless void of anguish
Dalam kekosongan tanpa waktu yang penuh penderitaan
Where sorrow is like breathing
Di mana kesedihan seperti bernapas
And with every breath I hurt more and more
Dan dengan setiap napas, aku semakin terluka
Sendirian
Without warmth
Tanpa kehangatan
Without light
Tanpa cahaya
But how do I see in this darkness
Tapi bagaimana aku bisa melihat dalam kegelapan ini
Death feeds upon me
Kematian menggerogoti diriku
The condemned under my feet
Yang terkutuk di bawah kakiku
Eternity has passed us by
Keabadian telah berlalu dari kita
Everyone is here
Semua orang ada di sini
The ones I've loved and hated
Mereka yang aku cintai dan benci
All of us in pain... together
Kita semua menderita... bersama-sama
In a timeless void of anguish
Dalam kekosongan tanpa waktu yang penuh penderitaan
Where sorrow is like breathing
Di mana kesedihan seperti bernapas
and with every breath I hurt more and more
Dan dengan setiap napas, aku semakin terluka
The fallen and trampled
Yang jatuh dan terinjak
Damned to spend eternity here
Dikutuk untuk menghabiskan keabadian di sini
Constant burning souls
Jiwa yang terus terbakar
In a sea of writhing flesh
Dalam lautan daging yang meronta
Endless plains
Padang yang tak berujung
Of sin and deprivation
Dari dosa dan kekurangan
Those of wealth and might, of humble and weak
Mereka yang kaya dan kuat, yang rendah hati dan lemah
Those who gave way to uphold God's will
Mereka yang mengalah untuk menegakkan kehendak Tuhan
He who has conquered and he who has failed
Dia yang telah menang dan dia yang telah gagal
The wicked and the holy in utter desolation
Yang jahat dan yang suci dalam kehampaan total
In this absence of being, misery consumes
Dalam ketidakadaan ini, penderitaan menghabiskan
Existing not living, I am dead yet I feel in total seclusion
Ada tapi tidak hidup, aku mati namun merasakan kesendirian total
I am left to ponder the empty promises of your shallow God
Aku terpaksa merenungkan janji kosong Tuhanmu yang dangkal
The sounds of anguish... so loud
Suara penderitaan... begitu nyaring
Their sobbing... like thunder
Tangisan mereka... seperti guntur
Pierces through me... and crushed me
Menembus diriku... dan menghancurkanku
Again... and again... and again
Sekali lagi... dan sekali lagi... dan sekali lagi
So vast this pain
Begitu luas rasa sakit ini
More unbearable it becomes
Semakin tak tertahankan rasanya
With every passing moment
Dengan setiap detik yang berlalu
I pray for an end
Aku berdoa untuk sebuah akhir
In a timeless void of anguish
Dalam kekosongan tanpa waktu yang penuh penderitaan
Where sorrow is like breathing
Di mana kesedihan seperti bernapas
And with every breath I hurt more and more
Dan dengan setiap napas, aku semakin terluka