Tiga juta kosmetik dalam game terus ku kuras
Hanya segelintir uang yang terus keluar deras
Ku sekarang bernafas tanpa tujuan jelas
Karena tak ada lagi yang kucari di sini
Mimpi menjadi besar tak menggiurkan lagi
Anganku hanya sampai sejauh tanah sendiri
Hanya ingin mengeluh tak bisa bijak lagi
Jujur aku sangat beruntung
Selalu hidup cukup tak bisa lagi ku bernyanyi seakan ku
Mengerti dirimu hidupmu lukamu sakitmu
Mulai sekarang coba kau tanggung itu sendiri
Kadang ku merasa terlalu malas untuk berkarya
Kurang pantas diriku bergelimang harta
Sekali saja ku bicarakan tentang mental mu kawan
Tak setiap hari ku bisa peduli itu (oh kawan)
Tinggalkan aku di sini
Ku hanya mampu menyambung hidup hari per hari
Biarkan aku di sini
Hanya bisa berpikir tuk satu hari lagi
Aku hanya ingin muntah sekali lagi
Ingin makan kenyang sekali lagi
Jangan anggap aku tulang punggungmu
Sekali ku berhenti tamat hidupmu
Jangan beri aku target dagangmu
Aku bukan komoditas milikmu
Tinggalkan aku di sini
Ku hanya mampu menyambung hidup hari per hari
Biarkan aku di sini
Hanya bisa berpikir tuk satu hari lagi
Aku hanya ingin muntah sekali lagi
Ingin makan kenyang sekali lagi
Ingin menamatkan satu series lagi
Dan menangis keras sekali lagi
Dan menangis keras sekali lagi
Dan menangis keras sekali lagi
Makna Lagu Satu Hari Lagi - Hindia
Lagu Satu Hari Lagi dari Hindia menggambarkan kelelahan mental yang dialami seseorang meski dari luar hidupnya terlihat baik-baik saja. Lewat lirik "Karena tak ada lagi yang kucari di sini, mimpi menjadi besar tak menggiurkan lagi", tokoh dalam lagu merasa kehilangan arah dan motivasi. Ia tidak lagi mengejar ambisi besar, melainkan hanya berusaha bertahan menjalani hidup dari hari ke hari. Lagu ini menunjukkan bahwa rasa hampa dan lelah bisa datang bahkan ketika seseorang memiliki kehidupan yang terbilang berkecukupan.
Perasaan itu semakin kuat lewat lirik "Ku hanya mampu menyambung hidup hari per hari" dan "Hanya bisa berpikir tuk satu hari lagi". Kalimat tersebut menggambarkan kondisi ketika target hidup bukan lagi sukses atau bahagia, melainkan sekadar mampu melewati hari berikutnya. Sementara lirik "Jangan anggap aku tulang punggungmu" dan "Aku bukan komoditas milikmu" menjadi kritik terhadap tekanan dari lingkungan yang terus menuntut seseorang untuk produktif, menghasilkan uang, dan selalu ada untuk orang lain. Pada akhirnya, Satu Hari Lagi adalah lagu tentang burnout, tekanan hidup, dan keinginan